Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Menengok Ereveld Kalibanteng, Kompleks Makam Orang Belanda di Semarang

Ereveld Kalibanteng di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menjadi salah satu kompleks makam orang Belanda yang ada di Indonesia.
SHARE
Menengok Ereveld Kalibanteng, Kompleks Makam Orang Belanda di Semarang
SOLOPOS.COM - Pengelola makam Belanda Ereveld Kalibanteng di Semarang tengah menunjukan makam orang Yahudi, Kamis (18/8/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Memiliki pagar pembatas yang rendah dan seolah menyatu dengan pepohonan, membuat setiap orang yang melintas di Jalan Raya Siliwangi, Kalibanteng, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), selalu menoleh ke arah kompleks makam Belanda, Ereveld Kalibanteng.

Hal itu dikarenakan kompleks makam warga Belanda di Kota Semarang itu menyajikan pemandangan yang unik dengan ribuan nisan berwarna putih yang tersusun rapi di hamparan rumput hijau.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bila dilihat dari dekat, nisan putih itu terbuat dari kayu dan tersusun rapi di lahan seluas lebih dari satu hektare. Pada pucuk nisan, terukir simbol yang menandakan keyakinan dari jenazah yang dimakamkan.

Simbol itu mulai dari Yahudi dengan tanda bintang Daud, salib sebagai simbol umat Kristiani, simbol umat Katolik, hingga simbol umat Islam. Setidaknya ada 3.000 orang yang jasadnya dimakamkan di Ereveld Kalibanteng Semarang itu.

“Nisan yang tertanam itu memberikan simbol keyakinan dari jasad yang dimakamkan disini,” kata Pengelola Makam Ereveld Kalibanteng Semarang, Eko Boedi, Kamis (18/8/2022).

Baca juga Warga Jepara Usulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional

Mereka yang dimakamkan di Ereveld Kalibanteng, kata Eko, mayoritas merupakan warga sipil Belanda. Namun ada juga makam warga pribumi. Mereka yang dimakamkan di permakaman itu merupakan warga yang tergabung sebagai tentara Belanda atau KNIL. Mereka meninggal dunia saat perang pada tahun 1942-1945.

“Yang dimakamkan disini merupakan korban perang di tahun 1940-an. Kemudian 75 persen warga sipil,” terangnya.

Eko juga menyebut Ereveld Kalibanteng di Semarang ini merupakan makam perempuan Belanda terbesar di Indonesia. Hal ini dikarenakan dari ribuan jenazah yang dimakamkan di permakaman tersebut merupakan perempuan Belanda yang menjadi korban perang.

Baca juga: Deretan Makam Belanda di Klaten, 1 Batu Nisan Marmer Pernah Dicongkel

Total ada tujuh ereveld di Indonesia, yakni Ereveld Candi di Semarang, Menteng Pulo di Jakarta, Pandu di Bandung, Leuwigajah di Cimahi, dan Kembang Kuning di Surabaya. “Total ada sekitar 25.000 korban [perang] yang dimakamkan di ereveld yang tersebar di seluruh Indonesia,” imbuh Eko.

Ereveld Kalibanteng yang ada di Semarang ini saat ini fungsinya bukan lagi sebagai tempat permakaman. Ereveld Kalibanteng saat ini berfungsi lebih sebagai museum yang bisa dikunjungi siapa pun untuk mengetahui sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaan.

Ereveld Kalibanteng di Semarang ini dibuka untuk umum secara gratis. Pengunjung bisa datang ke makam tersebut setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode