Menelusuri 7 Masjid Bersejarah di Indonesia
Solopos.com|lifestyle

Menelusuri 7 Masjid Bersejarah di Indonesia

Inilah tujuh masjid bersejarah di Indonesia.

Solopos.com, SOLO — Corak negara Indonesia tak pernah lepas dari ritual keagamaan. Sebagai salah satu negara yang dikenal dengan mayoritas penduduk pemeluk agama Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah berbentuk bangunan masjid.

Beberapa masjid ini dibangun jauh di masa lampau saat masa kerajaan-kerajaan Islam berkuasa di Indonesia dan masih kokoh berdiri hingga sekarang. Lantas dari sekian banyak masjid yang masih kokoh berdiri, masjid bersejarah mana saja yang patut dikunjungi?

Simak beberapa fakta masjid bersejarah di Indonesia yang bisa kamu jadikan pilihan destinasi wisata liburanmu berikutnya.

1. Masjid Raya Baiturrahman

Dibangun pada tahun 1612, pembangunan bangunan Masjid Raya Baiturrahman diprakarsai oleh Sultan Iskandar Muda. Tempat ibadah megah milik umat Islam ini dibangun dengan gaya arsitektur yang khas daerah Aceh dan telah lama dianggap sebagai landmark Kota Serambi Mekkah.

Tak hanya itu, masjid bersejarah ini telah beberapa kali menjadi saksi kejadian penting di Indonesia seperti penyerangan Kesultanan Aceh pada tahun 1873 yang melibatkan masyarakat Aceh melawan pasukan Belanda serta selamat saat bencana Tsunami Aceh tahun 2004. Di kejadian yang terakhir, Masjid Raya Baiturrahman selamat dari bencana alam dan dialihfungsikan sebagai tempat pelrindungan bagi para warga sekitar yang berhasil selamat dari arus tsunami.

2. Masjid Lawang Kidul

Berada pada daftar destinasi masjid bersejarah di Indonesia selanjutnya adalah Masjid Lawang Kidul. Masjid ini merupakan bangunan yang penting pada masa Kesultanan Palembang Darusallam sebab bergungsi sebagai pintu selatan berkembangnya agama Islam. Tak hanya itu, di zaman perjuangan kemerdekaan, masjid ini digunakan sebagai markas para pejuang.

Berkunjung ke Masjid Lawang Kidul, kamu akan menemukan arsitektur yang unik. Kondisi bangunan ini pun bersih, terawat, dan terjaga keasliannya. Kamu bahkan masih bisa melihat mimbar yang terbuat dari kayu dengan aksen desain bunga khas Melayu. Jangan salah, mimbar ini merupakan mimbar bersejarah yang dibuat pada 1890. Kisahnya yang panjang dan umurnya yang tua menjadikan Masjid Lawang Kidul salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang patut kamu kunjungi.

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon ini terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan. Merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon, Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan masjid tertua di kawasan tersebut dan dibangun sekitar tahun 1480 M. Bisa dikatakan masjid ini seumur dengan peristiwa besar Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Konon, Sunan Gunung Jati sendirilah yang menunjuk Sunan Kalijaga berperan sebagai arsitek Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Arsitektur masjid ini memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon sehingga menciptakan ciri bangunan yang khas dan tak terlupakan bagi para wisatawan. Selain umurnya yang tua dan sejarahnya yang panjang, masjid ini memiliki sebuah kebiasaan unik yang hanya berlaku di sini. Setiap salat Jumat, Masjid Agung Sang Cipta Rasa menggelar Azan Pitu, yakni azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin berseragam serba putih.

4. Masjid Agung Demak

Pernah dicalonkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995, Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid Agung Demak sendiri adalah bangunan tempat ibadah peninggalan kerajaan Demak yang terletak di Kampung Kauman. Konon katanya, di masjid inilah Walisongo sering berkumpul.

Mengunjungi Masjid Agung Demak, selain beribadah, kamu juga bisa mampir ke Museum Masjid Agung Demak yang kaya akan informasi sejarah masjid tersebut. Tak hanya itu kamu juga bisa melihat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak. Berkat nilai historisnya yang tinggi, Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang patut kamu kunjungi untuk liburanmu berikutnya.

5. Masjid Tua Palopo

Masjid Tua Palopo dibangun sekitar tahun 1604 di kota Palopo, menjadikan bangunan ini berumur 5 abad di masa sekarang. Pembangunan masjid tersebut diprakarsai oleh seorang ulama, Datuk Sulaiman yang bergelar Datuk Pattimang. Menurut sejarahnya, masjid ini rampung dibangun ketika Kerajaan Luwu mencapai masa kejayaan di bawah kekuasaan Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Tampanangi, Sultan Abdullah Matinroe.

Arsitektur Masjid Tua Palopo sangat khas dan tak mudah dilupakan para pengunjung. Ini dikarenakan adanya empat unsur penting yang melekat dalam konstruksi masjid tua ini yakni unsur lokal Bugis, jawa, Hindu, dan Islam. Oleh karena percampuran keempat unsur tersebut, Masjid Tua Palopo dianggap sebagai simbol pemersatu antar anggota masyarakat serta menunjukkan nilai kebudayaan lokal yang beralkulturasi dengan ajaran Islam dan Jawa.

6. Masjid Kotagede

Didirikan oleh Panembahan Senopati Sutowijoyo pada tahun 1587, Masjid Kotagede memiliki prasasti yang menyatakan jika tempat ibadah tersebut dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama didirikan pada masa Sultan Agung dan hanya berupa bangunan inti masjid atau langgar. Selanjutnya didirikan oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X.

Arsitektur masjid ini masih kental dengan corak Hindu dan Buddha. Ini bisa dilihat dari bentuk paduraksa yang terdapat pada gapura Masjid Agung Kotagede. Berkunjung ke masjid bersejarah yang satu ini, kamu bisa melihat benda-benda antik seperti bedug hadiah Nyai Pringgit, mimbar kayu hadiah dari Sultan Palembang, serta pohon beringin tua yang usianya mencapai ratusan tahun di halaman masjid.

7. Masjid Raya Al Mashun

Masjid Raya Al Mashun yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan dibangun oleh Sultan Ma’mud Al Rasyid Perkasa di tahun 1906. Tempat ibadah umat Islam ini sengaja dibangun sangat megah, bahkan melebihi kemegahan istana Kesultanan Deli yakni Istana Maimun sesuai dengan prinsip yang dipegang oleh Sultan. Pembangunan masjid yang satu ini dirancang oleh arsitek Belanda bernama Van Erp, sosok dibalik perancangan bangunan Istana Maimun.

Masjid Raya Al Mashun memiliki corak bangunan campuran dari Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah. Memasuki tempat ibadah ini, kamu akan melihat banyak jendela pintu kayu yang terbuat dari kaca patri khas seni peninggalan gerakan Art Nouveau. Bentuknya yang unik dan sejarahnya yang kaya menjadikan Masjid Raya Al Mashun destinasi masjid bersejarah Indonesia yang patut kamu kunjungi.

Itulah berbagai masjid bersejarah di Indonesia yang tak cuma jadi tempat ibadah, namun juga destinasi wisata religi yang tak kalah menarik, terutama kala bulan Ramadhan tiba.

Tak bisa berwisata religi keluar kota di bulan Ramadhan kali ini? Isi kegiatan ngabuburit Ramadhan yang nggak kalah seru dengan staycation di hotel dalam kota! Belum lagi dengan berbagai promo Lebaran dan penawaran menarik lainnya di aplikasi Traveloka, kamu bahkan bisa booking hotel untuk staycation di hari Lebaran sebagai pengganti rencana mudik yang gagal. Tak perlu khawatir karena berbagai fitur untuk memudahkan rencanamu bisa kamu temukan di Traloka, termasuk “Easy Reschedule”.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago