Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mendapatkan Nama dari Presiden Soekarno, Ini Profil Rima Melati

Namanya diubah Presiden Soekarno, berikut ini profil Rima Melati.
SHARE
Mendapatkan Nama dari Presiden Soekarno, Ini Profil Rima Melati
SOLOPOS.COM - Artis senior Rima Melati. (Instagram/@marisa_tumbuan)

Solopos.com, SOLO-Artis senior Rima Melati mengembuskan napas terakhirnya pada  Kamis (23/6/2022), berikut ini profilnya. Sebelumnya, pemeran film Senjakala di Manado itu diketahui menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Bahkan, akhir Mei lalu ia dirawat di ruangan Intensive Care Unit (ICU) lantaran dekubitus yang dialaminya semakin parah. Namun akhirnya istri Frans Tumbuan itu mengembuskan napas terakhirnya. Berita duka itu dikabarkan anak menantu Rima Melati, Marisa Tumbuan, melalui Instagram Story-nya pada Kamis.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kepergian Rima Melati menjadi kehilangan tersendiri bagi dunia perfilman Indonesia, berikut ini profil ibu dua anak itu. Mengutip berbagai sumber, Kamis (23/6/2022), Rima Melati adalah nama pemberian Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Sekitar awal 1960-an Bung Karno suka mengganti nama orang yang dikenalnya, yang dirasa kebarat-baratan. Nama asli Rima, Marjolien Tambajong, dengan panggilan Lientje, memang pernah dikatakan kebarat-baratan oleh Bung Karno.

Baca Juga: Aktris Senior Rima Melati Meninggal Dunia dalam Usia 84 Tahun

Rima lahir di Tondano, pada 22 Agustus 1939 sebagai putri kedua dari empat bersaudara pasangan Marinus Van Rest dan Non Kawilarang (27 Oktober 1917 – 27 Juni 1997). Ibunya, Non Kawilarang adalah seorang perancang dan perintis dunia mode Indonesia, ia juga merupakan saudara kandung dari Dorothea Tambayong yang merupakan ibu dari aktris Debby Cynthia Dewi.

Rima sempat menjadi personel grup penyanyi wanita terkemuka pada 1960-an, Baby Dolls, yang terdiri atas Rima, Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Indriati Iskak.  Rima memulai akting sebagai pemeran utama dalam film Kasih Tak Sampai pada 1961. Selama dua tahun berikutnya dia berakting dalam sepuluh film, termasuk Djantung Hati (1961), Violetta (1962), dan Kartika Aju (1963).

Dia juga tampil beberapa kali di stasiun televisi TVRI. Setelah menyelesaikan perannya dalam film Kunanti Jawabmu (1963), Rima mengambil cuti dari dunia akting. Rima kembali ke dunia seni peran pada 1969  dengan perannya dalam film Wim Umboh bertajuk Laki-Laki Tak Bernama.

Baca Juga:  FRANS TUMBUAN MENINGGAL DUNIA : Rima Melati Ikhlas Ditinggal Suami

Selama dua puluh tahun berikutnya ia muncul di lebih dari tujuh puluh film, termasuk debut sutradara Teguh Karya Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), debut sutradara Sjumandjaja Lewat Tengah Malam (1971), dan film kolaborasi Indonesia–Belanda Max Havelaar (1975).

Profil Rima Melati di dunia seni peran sangat cemerlang. Rima menerima penghargaan Piala Citra pada Festival Film Indonesia 1973 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik berkat film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama.

Baca Juga: Gitaris Senior Donny Suhendra Meninggal Dunia

Pada kesempatan lain Rima pernah juga dinominasikan untuk penghargaan Pemeran Pembantu Wanita terbaik dalam film Kupu-Kupu Putih (1984), Tinggal Landas buat Kekasih (1985), Pondok Cinta (1986), Biarkan Bulan Itu (1987) dan Arini II (Biarkan Kereta Itu Lewat) (1989). Selain itu pada ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50, Rima meraih penghargaan Best Supporting Actress dalam film Ungu Violet.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode