Menangis, Ustaz Yusuf Mansur Antar Sahabat ke Peristirahatan Terakhir

Yusuf Mansur lantas mengibaratkan jika ia meninggal saat ini akan seperti apa pemberitaan tentang dirinya.
SHARE
Menangis, Ustaz Yusuf Mansur Antar Sahabat ke Peristirahatan Terakhir
SOLOPOS.COM - Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur menangis saat mengantar sahabatnya, Dr. Mahfudz Faizi ke peristirahatan terakhir, Kamis (20/1/2022). (Daqu Channel)

Solopos.com, TANGERANG — Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur menangis saat mengantarkan salah satu sahabatnya, Dr. Mahfudz Fauzi ke peristirahatan terakhir, Kamis (20/1/2022).

Salah satu pengajar di Pondok Pesantren Daarul Quran yang meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas jalan tol Tegal, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2022), itu dimakamkan di kompleks pondok pesantren.

PromosiBPJS Ketenagakerjaan Klaim Bikin Masyarakat Makin Aman, Yakin?

Yusuf Mansur menangis saat merenungi apa yang terjadi pada dirinya saat ini dan membandingkan dengan jalan hidup almarhum Mahfudz Fauzi.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

“Saya jadi merinding nih mendengar pernyataan, statement, kesaksian dari ekosistem Dr. Mahfudz, baik yang di dalam maupun di luar Daqu. Di antaranya bersaksi bahwa beliau orang baik, hampir semua orang bersaksi beliau orang baik. Lah terus gimana saya ya. Kalau sekarang saya meninggal, waduh kesaksian bahwa saya penipu, pembohong, saya tukang makan duit orang kecil, waduuuh. Bener merinding saya, dieem tadi saya dengar orang pada bersaksi. Terus tadi ada yang ngomong jejak digital pasti ada. Dr. Mahfudz jejak digitalnya keren semua, waduuuh, lagi-lagi tuh gimana saya? Padahal jejak digital ada dua, jejak digital beneran, yang itu real baik dan buruknya. Ada juga yang emang dibuat, baik dan buruk. Dan jika umur saya berhenti hari ini, langitnya kira-kira gimana? Ini terus terang saya sampai istigfar tadi, allahuma anta rabbii, laa ilaha illa anta, ana abduka, ngiri-ngiri saya,” tutur Yusuf Mansur dalam video yang diunggah kanal Youtube Daqu Channel, Jumat (22/1/2022) dan dikutip Solopos.com.

Baca Juga: Kader Terbaik Ustaz Yusuf Mansur Meninggal Kecelakaan, Ini Kisahnya 

Dai bernama asli Jam’an Nurchotib Mansur itu menjadikan peristiwa meninggalnya salah satu kader terbaiknya itu sebagai perenungan buat dirinya.

Yusuf Mansur lantas mengibaratkan jika ia meninggal saat ini akan seperti apa pemberitaan tentang dirinya. Sebab, dai bernama Jam’an Yusuf Mansur itu kini sedang digugat sejumlah orang terkait dengan beberapa investasi yang digalangnya sejak 10 tahun lalu.

Dai yang terkenal dengan konsep keajaiban sedekahnya itu melanjutkan, kematian sahabat terbaiknya itu menjadi pelajaran buat dirinya untuk memperbaiki hidup.

Ia berharap saat meninggal kelak dalam kondisi yang disaksikan dunia sebagai kematian yang baik.

“Walaupun cara pandang saya terhadap fitnah, terhadap bully-an, terhadap cacian itu beda, walaupun gitu ya, tapi saya tetap meminta kepada Allah SWT pada saat saya menutup mata mudah-mudahan tidak ada satupun kejelekan (suara Yusuf Mansur bergetar menahan tangis), keburukan seperti Mahfudz, dan menjadi umatnya Nabi. Karena itu kita kudu ngedawam ya, rabanafirlana wa ikhwanina ladzina syabakuna bil iman, wala taj’al fi kulubina ghilalil ladzina aamanu. Kalau kedengkian dan kebusukan itu menjadi ghilan, kadang kita ngiri pada orang, namanya orang ngiri ya biarin aja, wajar, orang marah wajar, orang sebel wajar, sekarang kagak nerima wajar. Tapi kalau sudah jadi ghilan lha ini bahaya, seperti hasad (dengki) kalau sudah menjadi membakar nah itu yang bahaya,” katanya.

Baca Juga: Inna Lillahi, Ustaz Yusuf Mansur Kehilangan Kader Terbaik

Menutup pernyataannya, Yusuf Mansur akan berjuang membersihkan namanya yang kini sedang bermasalah karena sejumlah gugatan di pengadilan.

“Mudah-mudahan beliau jadi pelajaran buat saya, supaya saya berjuang membersihkan nama ini. Bukan membersihkan nama dengan press conference, atau dengan jawab-jawab, endak. Ya mari mana itu, juga bukan berarti membuktikan kepada manusia, tidak. Tapi Allah juga yang menghadirkan itu, Allah juga menghadirkan yang lain, insyaallah. Shali ‘ala Nabi Muhammad, selamat jalan sahabat kami, kawan kami, keluarga kami, Dr. Mahfudz. Kami yang meminta kepada Allah washilah keberkahan dari beliau, memberkahi Daarul Quran seperti juga keberkahan Syeh Ali (Jaber), ibu saya, orang tua saya, orang tuanya Kiai Jameel dll. yang sudah mendahului di pemakaman Darul Quran, shalu ‘ala Nabi,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur kehilangan salah satu orang terbaiknya.

Ustaz Mahfudz Fauzi meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di KM 281+700 jalur A, Rabu (19/1/2022) lalu.

Saat kejadian Mahfudz Fauzi menumpang mobil Daihatsu Terios bersama rekannya, Wahid dan disopiri M. Abduh. Wahid dan M. Abduh selamat dalam kecelakaan nahas tersebut.

Baca Juga: Eks TKW Gugat Yusuf Mansur karena Somasi Tidak Digubris

“Kawan-kawan, mohon doa. Daqu baru kehilangan orang terbaiknya, Dr. Mahfudz Fauzi. Wafat dalam penugasan dari pesantren untuk silaturahim dengan kiai-kiai. Wafat dengan izin Allah, kecelakaan di ruas tol Tegal,” tulis Yusuf Mansur dalam akun Instagramnya dan dikutip Solopos.com, Kamis (20/1/2022).

Kejadian berawal saat mobil yang ditumpangi korban berpelat nomor B 1735 dan truk K 1434 LK melaju dari arah barat menuju ke Timur.

Sesampai di lokasi, mobil hendak menyalip truk yang berada di depannya. Namun karena diduga sopir tidak mengantisipasi, akhirnya menabrak bagian belakang truk.

Setelah kejadian, posisi truk menghadap ke timur atau posisi normal. Sedangkan mobil korban menghadap ke selatan.

“Iya betul ada kecelakaan antara kendaraan Daihatsu Terios dengan truk. Korban meninggal ada satu orang. Dan informasinya itu masih keluarga Ustaz Yusuf Mansur,” ungkap Kepala Cabang Pejagan-Pemalang Toll Road (PPTR), Ian Dwinanto.

Baca Juga: Yusuf Mansur: Sekali Jatuhin Omongan Jangan Dipatahin

Jenazah Mahfudz Fauzi dibawa ke RSUD dr. Soesilo Slawi sedangkan dua korban selamat dilarikan ke RSUI Singkil Adiwerna.

Kepergian Mahfudz Fauzi menjadi kehilangan besar bagi Ustaz Yusuf Mansur. Semasa hidup ustaz bergelar doktor itu tercatat sebagai Pimpinan Fullday School Daarul Quran dan dosen di Institute Daarul Quran (Idaqu).

Ia juga aktif sebagai Pengurus Daerah Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) Kota Tangerang serta dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Utalam (STISNU) Tangerang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago