Menang Sayembara Desain Monumen Reog Ponorogo, Tim dari Bali dapat Rp100 Juta

Sayembara desain Monumen Reog Ponorogo dimenangkan oleh tim dari Bali dengan karyanya berjudul Taman Ragam Selaras.

Selasa, 27 September 2022 - 22:32 WIB Editor: Abdul Jalil | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyerahkan hadiah kepada pemenang sayembara desain Monumen Reog Ponorogo, Sabtu (24/9/2022). (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO — Tim dari Bali memenangkan sayembara desain Monumen Reog Ponorogo (MRP) yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo. Desain yang dibikin tim tersebut dianggap tim juri sebagai yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah senilai Rp100 juta.

Melalu karya desain berjudul Taman Ragam Selaras, tim dari Bali itu berhasil menyisihkan 60 peserta sayembara lainnya.

Bramana Ajasmara Putra, perwakilan tim dari Bali yang memenangi sayembara ini, mengatakan desain MRP berjudul Taman Ragam Selaras itu dirancang sejalan dengan visi penyelenggara yakni Pemkab Ponorogo. Pihaknya mendesain monumen itu tidak hanya sebagai tempat berkebudayaan.

Namuan, kata dia, ada nilai plus yang ditambahkan yakni sebagai kawasan pemulihan lahan dan mengembalikan fungsi kawasan sebagai tempat konservasi air.

Baca Juga: Lebih Tinggi dari GWK Bali, Intip Megahnya Desain Monumen Reog Ponorogo

“Jadi harapannya kawasan ini tidak hanya sebagai landmark atau penanda. Tetapi juga menjadi benchmark yang bisa menjadi wadah berkebudayaan di masa depan,” kata dia, Sabtu (24/9/2022).

Braman menyampaikan timnya terdiri dari tiga orang arsitek dan dua orang ahli struktur. Timnya sudah beberapa kali berkunjung ke lokasi yang bakal dibangun Monumen Reog Ponorogo di perbukitan gamping, Kecamatan Sampung.

Setelah mengeskplorasi kawasan itu, lanjut dia, timnya akhirnya menemukan ide yang pas dari semua aspek, seperti struktur, arsitek, dan sudut pandang.

Desain Monumen Reog Ponorogo berjudul Taman Ragam Selaras yang memenangi lomba sayembara desain MRP. (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

“Kita ingin menonjolkan reog ketika bergerak. Jadi tidak hanya statis, monoton. Tetapi dinamis. Sehingga desain kita tetap ada lengkungnya. Tapi secara struktur itu tetap kuat,” jelasnya.

Dia menyampaikan timnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk merampungkan desain Monumen Reog Ponorogo itu dari awal sampai akhir.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri sancoko, mengaku kagum dengan karya-karya desain yang dikirimkan. Dewan juri juga telah memilih lima desain yang paling bagus.

Baca Juga: Kalahkan GWK di Bali, Monumen Reog Ponorogo Dibangun Setinggi 126 Meter

“Semuanya bagus. Filosofinya matang, arsiteknya bagus. Cara mengambil angelnya bagus-bagus. Semua sudah sesuai,” kata dia, Sabtu (24/9/2022).

Dia menuturkan desain yang menang dalam sayembara desain ini akan digunakan dalam pembangunan MRP. Menurutnya, desain tersebut sesuai biaya yang sudah direncanakan.

“Semua bagus. Yang menang ini bisa diaplikasikan dan sesuai biaya yang sudah rencanakan. Setelah ini tinggal lelang siapa yang menang untuk pekerjaan ini,” terang dia.

Monumen Reog Ponorogo yang bakal dibangun di atas perbukitan kapur di Kecaatan Sampung ini memiliki ketinggian 126 meter. Monumen Reog ini disebut-sebut akan mengalahkan ketinggian patung Garuda Wisnu Kencana yang ada di Bali yang memiliki ketinggian 121 meter.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif