Megawati Resmi Sandang Gelar Profesor dari Unhan karena Tacit Knowledge, Apa Itu?
Solopos.com|news

Megawati Resmi Sandang Gelar Profesor dari Unhan karena Tacit Knowledge, Apa Itu?

Megawati Soekarnoputri resmi menyandang gelar profesos ilmu pertahanan strategi dari Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan). Megawati dinilai memiliki tacit knowledge.

Solopos.com, Jakarta -- Presiden ke-5 RI, Megawati Seokarnoputri resmi bergelar profesor kehormatan yang diberikan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Jumat (11/6/2021). Ketum PDIP itu menyandang gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Kepemimpinan Strategi.

Hal ini berdasarkan surat keputusan Mendikbudristek RI Nomor 33231/mpk.a/kp.05.00/2021 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Akademik Dosen Tidak Tetap yang memutuskan dan menetapkan dosen tidak tetap nama Megawati Soekarnoputri. Pengukuhan ini ditayangkan di akun YouTube Universitas Pertahanan Official, Jumat.

"Terhitung mulai 1 Juni 2021 diangkat dalam jabatan profesor dalam ilmu kepemimpinan strategi," kata Sekretaris Senat Akademik Unhan membacakan surat keputusan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim.

Megawati kemudian diminta berdiri di depan podium untuk dikukuhkan dalam jabatan profesor kehormatan. Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian kemudian mengalungkan toga dan memberikan map warna merah.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri, mengatakan ada tiga alasan kenapa Megawati layak mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Unhan.

Alasan pertama yaitu Megawati dianggap memiliki dan menguasai tacit knowledge tentang ilmu pertahanan. Khususnya bidang kepemimpinan strategis.

Ia mengatakan para guru besar menilai kualitas itu sudah diaplikasikan dalam berbagai peran publik. Yakni saat Megawati menjabat anggota DPR tiga periode pada 1984-1999. Lalu saat menjabat wakil presiden dari 1999 hingga 2001, dan saat menjadi presiden dari 2001 hingga 2004.

Apa itu Tacit Knowledge?

Dikutip dari laman School of Information Binus University, menurut Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi dalam buku The Knowledge-Creating Company, tacit knowledge adalah pengetahuan yang terdapat di dalam otak atau pikiran seseorang, sesuai dengan pemahaman dan pengalaman orang itu sendiri.

Nonaka dan Takeuchi menulis biasanya pengetahuan ini tidak terstruktur, susah untuk didefinisikan dan diberitahukan dengan bahasa formal kepada orang lain, dan isinya mencakup pemahaman pribadi. Pengetahuan tacit umumnya belum terdokumentasi karena pengetahuan ini masih terdapat di dalam pikiran seseorang.

Alasan kedua, Rokhmin mengatakan Megawati dinilai telah memenuhi semua persyaratan akademis maupun administratif untuk diangkat sebagai profesor kehormatan di Unhan.

Baca Juga: Megawati Punya 9 Gelar Doktor HC, 6 dari Universitas Luar Negeri, Ini Daftarnya

Menurut Rokhmin, pemenuhan persyaratan sudah dilakukan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 40 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan/Guru Besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi. Kemudian Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 88 Tahun 2003 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri.

Alasan ketiga, katanya, penganugerahan profesor kehormatan ini diharapkan menjadi contoh teladan. Para guru besar disebut menilai kiprah Megawati dapat menjadi motivasi bagi generasi muda penerus bangsa.

"Sehingga generasi muda menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa. Tak ada yang salah dengan niatan itu, bukan?" kata Rokhmin yang juga Guru Besar di Institut Pertanian Bogor.

Didampingi Prananda dan Puan

Turut hadir dalam pengukuhan ini Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Menhan Prabowo Subianto, dan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Selain itu ada pula Mensos Tri Rismaharini, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Kepala BIN Budi Gunawan atau BG, KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono, KSAU Fadjar Prasetyo, dan Seskab Pramono Anung.

Ketiga anak Megawati juga turut hadir yakni Mohammad Rizki Pratama, Mohammad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani. Prananda merupakan Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, sementara Puan Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago