SOLOPOS.COM - Pawang hujan, Mbak Rara saat tampil di kanal Youtube Karni Ilyas Club, Rabu (23/3/2022). (Youtube)

Solopos.com, DEPOK — Raden Rara Istiati Wulandari alias Mbak Rara, saat ini memilih hidup tanpa suami karena ingin total mengabdi sebagai pawang hujan.

Ia menyebut salah satu syarat sebagai pawang hujan itu adalah dalam keadaan suci dan tidak berhubungan seksual dengan lawan jenis.

Promosi BRI Dipercaya Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2024

“Saya saat ini memilih sendiri. Saya janda manis satu anak,” ujar Mbak Rara saat diundang ke kanal Youtube Karni Ilyas Club dan dikutip Solopos.com, Kamis (24/3/2022).

Ia mengungkapkan saat dulu masih bersuami dirinya meminta izin untuk tidak berhubungan seksual selama ada kontrak kerja. Namun kini setelah dirinya hidup sebagai single parent dirinya lebih mudah lagi.

Baca Juga: Sebut Dirinya Pramugari Cuaca, Ini Alasan Mbak Rara

“Kalau dulu (tidak berhubungan seksual) selama kerja, setelah itu gakpapa. Kalau sekarang lebih enak lagi,” ujar ibu satu anak laki-laki itu.

“Jadi kawinnya sama alam?” tanya Karni Ilyas.

“Yang penting duitnya gede, Pak,” jawab Rara cepat sambil tertawa.

Aktivitas seksual itu, kata Rara, memang terkait dengan ritual yang dijalaninya saat mengatur cuaca sesuai pesanan sponsor. Menurut dia, ketika menaklukkan langit dirinya harus dalam kondisi suci dan ilmu khusus dalam profesinya.

Baca Juga: Dikecam dan Dipuji, Ini Profil Rara Pawang Hujan Mandalika

“Harus dalam keadaan suci. Waktu Rara jadi pawang hujan kan gak pakai sepatu, kaki menyentuh tanah. Untuk menyatu dengan alam,” kata Rara.

Sebelumnya diberitakan, Rara yang tenar setelah membantu mengatur cuaca saat di kawasan Sirkuit Mandalika dalam kegiatan MotoGP Mandalika 2022 menyebut dirinya pramugari cuaca.

Alasan Mbak Rara menyebut pramugari cuaca adalah karena dirinya hafal fenomena awan.

“Sebagai pramugari cuaca saya hafal itu dari sudut ke sudut sehingga memudahkan saat bekerja mengatur cuaca. Saat mengendalikan hujan itu saya ngobrol dengan awan, saya ngobrol dengan elemen tanah, saya ngobrol dengan angin,” ujar Mbak Rara di kanal Youtube Deddy Corbuzier dan dikutip Solopos.com, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Pelajaran dari Mbak Rara

Rara mengatakan dirinya dikontrak oleh panitia MotoGP Mandalika 2022 selama 21 hari untuk mengatur cuaca mulai dari pengaspalan jalan hingga perhelatan MotoGP.

Yang dikenal publik, kata dia, hanyalah saat dirinya berusaha menghentikan hujan saat perhelatan MotoGP, Minggu (20/3/2022).

Rara menyebut hujan di Mandalika pada hari itu akhirnya berhenti karena usahanya. Terkait dengan pernyataan BMKG bahwa hujan berhenti karena memang intensitasnya yang sudah habis, Rara tidak mempermasalahkan.

“Jadi, yang saya lakukan itu sebenarnya mendengarkan para penonton, para pemirsa semua. Jadi, kalau BMKG bilang hujannya sudah stop, buat saya ya it’s no problem. Tapi, saya punya data-datanya per jam saat itu, malam pun masih ada ramalan BMKG kalau akan hujan,” katanya.

Baca Juga: Bekerja 21 Hari di Sirkuit Mandalika, Segini Gaji Pawang Hujan Rara

Saat sukses mengendalikan hujan, Rara mengaku sempat ditelepon panitia, karena pimpinan Dorna yang memegang MotoGP pengen dirinya naik ke podium. Tapi Rara lebih menekankan dirinya menerapkan ilmu ikhlas.

“Timnya Pak Jokowi juga pengen Rara ada di situ (podium). Saya sudah menerapkan ilmu ikhlas. Jadi kayak gini, seorang pawang hujan itu kan melayani bagaimana langit yang saya handel itu nyaman,” tegas Rara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya