[x] close
top ear
Proses evakuasi jenazah Mbah Jono di Sungai Pondok, tepatnya di Dukuh Pondok RT 018, Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (11/7/2020). (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Proses evakuasi jenazah Mbah Jono di Sungai Pondok, tepatnya di Dukuh Pondok RT 018, Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (11/7/2020). (Istimewa)

Mbah Jono Hilang 2 Hari Ditemukan Meninggal di Sungai Pondok Sragen

Dia mengatakan Mbah Jono memang sudah pikun dan meninggalkan rumah sejak Kamis.
Diterbitkan Sabtu, 11/07/2020 - 13:46 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Seorang kakek-kakek, Wiro Harjono atau Mbah Jono, 81, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Pondok, Dukuh Pondok RT 018, Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (11/7/2020).

Mbah Jono yang merupakan warga Dukuh Cekel RT 023, Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo, Sragen, sebelumnya pergi meninggalkan rumah sejak Kamis (9/7/2020) hingga keluarga bingung mencari kemana-mana.

Mbah Jono diduga terpeleset di sungai hingga akhirnya meninggal dunia.

Kepala Desa Sambirejo, Suparjo, saat dihubungi solopos.com, Sabtu (11/7/2020), mengatakan peristiwa temuan jenazah itu berawal saat Mbah Jono meninggalkan rumah pada Kamis siang.

1.714 Bidang Tanah Milik Pemkab Sragen Ternyata Belum Besertifikat

Dia mengatakan pada hari itu Mbah Jono masih terlihat di wilayah Pondok, Sambirejo, Sragen Dia melanjutkan Mbah Jono diketahui warga pergi ke sungai sekitar pukul 13.00 WIB, kemungkinan mau buang air besar.

Setelah itu warga tidak melihat Mbah Jono lagi.

“Kemudian pada Sabtu pagi, pukul 09.00 WIB, ada warga yang membuka gudang sekam padi di tempat penggilingan padi di pinggir Sungai Pondok," ungkap Suparjo.

RSUD Sragen Ubah Tarif Rapid Test Mandiri dari Rp369.000/Orang Jadi Rp150.000/Orang

Kemudian saat warga itu membuka pintu yang mengarah ke sungai, dia melihat ada sosok mayat tergeletak di sungai.

"Warga itu langsung melapor ke saya dan kemudian saya teruskan ke Polsek Sambirejo. Setelah ditelusuri ternyata Mbah Jono itu dikenal oleh mantan Sekdes Sambirejo dan diketahui orang Cekel, Blimbing. Kemudian saya menghubungi Kades Blimbing tentang temuan Mbah Jono dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Suparjo.

Suparjo menduga Mbah Jono meninggal pada Kamis itu yang kemungkinan terpeleset saat jalan di sungai karena licin. Dia mengatakan kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Meninggalkan Rumah

Korban ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap, yakni celana panjang dan kaus lengan pendek.

“Informasinya Mbah Jono itu sudah pikun dan hendak mencari cucunya tetapi tidak tahu dimana rumah cucunya. Pihak keluarga juga sudah mencari-cari sejak Kamis itu,” katanya.

Kepala Desa Blimbing, Sambirejo, Margono, mengaku mendapatkan informasi temuan jenazah itu dari Kades Sambirejo. Dia mengatakan Mbah Jono memang sudah pikun dan meninggalkan rumah sejak Kamis.

Jembatan Gantung Desa Kliwonan Sragen, Yang Jantungan Mending Jangan Melintas

Jarak rumah Mbah Jono sampai ke Pondok, kata dia, sekitar 1,5 km.

“Mbah Jono memang sering jalan-jalan sendiri tetapi pikun. Keluarga juga sudah mencari ke mana-mana sejak Kamis lalu dan baru ditemukan hari ini dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Margono.

Dia menambahkan jenazah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Dari pihak keluarga menginginkan jenazah dimandikan di RSUD.

Dari hasil pemeriksaan forensik oleh aparat tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Jenazah dimakamkan hari ini juga di tempat permakaman umum Cekel.


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini