;

Mau Diresmikan Bupati Sragen, Jembatan Wisanggeni Terendam, Batal Deh

Bupati Sragen urung meresmikan Jembatan Wisanggeni di Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota karena terendam air sungai. Padahal, tenda sudah didirikan.
SHARE
Mau Diresmikan Bupati Sragen, Jembatan Wisanggeni Terendam, Batal Deh
SOLOPOS.COM - Jembatan Wisanggeni yang baru selesai dibangun oleh Pemerintah Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota, terendam air luapan Bengawan Solo, Jumat (19/11/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Jembatan yang menghubungkan Dukuh Ngeluk dengan Dukuh Ganggong di Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota, Sragen, urung diresmikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Pasalnya, jembatan yang baru selesai dibangun itu terendam air luapan Bengawan Solo, Jumat (19/11/2021).

Jembatan yang diberi nama Jembatan Wisanggeni itu terendam air sampai kedalaman 40 cm karena lokasinya berdekatan dengan pertemuan sungai atau tempuran.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sempat datang ke lokasi. Tetapi begitu melihat kondisi jembatan yang terendam akhirnya Bupati pamit. Semula peresmian jembatan itu dilakukan pada pukul 13.00 WIB. Namun, sebelumnya Bupati sempat meninjau lokasi dan ternyata terendam air.

Baca Juga: Tanggul Jebol, 120 Keluarga di Pilang Sragen Terancam Banjir

Kepala Desa Kedungupit, Sragen Kota, Hartadi, membenarkan peresmian jembatan oleh Bupati Sragen batal karena banjir luapan Bengawan Solo. Dia menerangkan jembatan itu dibangun dengan dana bantuan keuangan khusus (BKK). “BKK kabupaten senilai Rp200 juta dan BKK dari Provinsi Jawa Tengah senilai Rp200 juta sehingga total Rp400 juta,” ujar Hartadi saat dihubungi Solopos.com, Jumat siang.

Seorang warga Dalungan RT 003, Kedungupit, Suwandi, 41, menyampaikan jembatan itu merupakan akses utama bagi warga di tiga dukuh, yakni Ngeluk, Ganggong dan Dalungan. Dia mengatakan di Dukuh Ngeluk itu ada tiga RT. Sedangkan di Ganggong dan Dalungan, kata dia, ada empat RT.

Ekspedisi Energi 2022

“Dulu jembatan itu merupakan jembatan sesek yang terbuat dari bambu. Jembatan itu menjadi akses utama. Kalau jembatan itu tergenang air maka warga Dalungan yang hendak ke Ngeluk harus memutar dengan melewati Jembatan Pasar Bubrah di jalan utama menuju wilayah Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Sragen,” jelasnya.

Baca Juga: Perbaikan Tanggul Jebol di Masaran Sragen Baru Bisa Dilakukan 2022

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago