Masyarakat Serahkan Artefak Dukung Pelestarian Candi Borobudur
Solopos.com|jateng

Masyarakat Serahkan Artefak Dukung Pelestarian Candi Borobudur

Masyarakat Budaya Borobudur menyerahkan dua potong batu ke Balai Konservasi Borobudur (BKB) sebagai wujud dukungan pelestarian candi.

Solopos.com, MAGELANG -- Sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Budaya Borobudur menyerahkan dua potong batu ke Balai Konservasi Borobudur (BKB) sebagai wujud dukungan pelestarian candi tersebut.

Ketua Brayat Panangkaran, Sucoro, di Magelang, seperti dikutip Antara, Senin (19/4/2021), mengatakan batu ini diusung ke sini sebagai simbol pentingnya pelestarian termasuk nilai tradisi masyarakat sekitar Borobudur yang juga harus dilestarikan.

Sucoro yang menginisiasi Ruwat Rawat Borobudur ini menyampaikan batu yang dibawa ke candi ini sudah melalui prosesi panjang sejak Oktober 2020 melalui ritual selo aji dari empat penjuru sungai.

Baca Juga : Ngabuburit Asyik Bisa Diadakan Di Candi Borobudur Dan Prambanan

"Batu ini kami serahkan ke BKB sebagai pengganti batu candi yang rusak. Setiap tahun kami akan menyediakan batu-batu seperti ini sehingga Ruwat Rawat Borobudur sampai ke anak cucu nanti," katanya.

Borobudur dalam perkembangan pariwisata berkembang cukup dahsyat dan pelestariannya tentu menjadi perhatian penting bagi semua pihak, termasuk melestarikan budayanya.

Sucoro mengatakan Ruwat Rawat Borobudur yang telah memasuki 19 tahun intinya melestarikan tradisi yang ada di desa itu bisa bersinergi dengan Borobudur.

Baca Juga : TWC Layani Wisata Gowes Rute Candi Prambanan-Candi Borobudur

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, mengatakan bertepatan 18 April yang merupakan Hari Warisan Dunia. "Dalam rangka Hari Warisan Dunia ini Pak Sucoro dengan Ruwat Rawat Borobudur mempersembahkan kepada kami caos ageng selo aji ini untuk memberikan apresiasi budaya terhadap pelestarian nilai tradisi masyarakat untuk pelestarian warisan dunia Borobudur dan pengembangan pariwisata Borobudur," katanya.

Pihaknya akan merawat batu ini, akan digunakan ketika melakukan pelestarian Borobudur, karena memang sekarang lebih keperawatan, tidak ada perbaikan sehingga tidak menggunakan batu, tetapi suatu saat batu ini akan bermanfaat.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago