top ear
Petugas dari BPBD Kota Madiun menyisir lokasi kebun yang ada di belakang Perumahan Puri Artha, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (14/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas dari BPBD Kota Madiun menyisir lokasi kebun yang ada di belakang Perumahan Puri Artha, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (14/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Masyarakat Madiun Digegerkan Fenomena Kemunculan Ular

Diterbitkan Selasa, 14/01/2020 - 22:05 WIB
oleh Solopos.com/
2 menit baca

Solopos.com, MADIUN -- Masyarakat di Perumahan Puri Artha, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, digegerkan dengan fenomena kemunculan sejumlah ular. Fenomena ini membuat masyarakat setempat gusar.

Ketua RT 029/RW 004, Perumahan Puri Artha, Prayitno, mengatakan kemunculan ular di lingkungannya sudah terjadi sejak Desember lalu. Pada akhir tahun lalu, muncul seekor ular di kawasan perumahan.

Setelah itu, ular kembali muncul di kawasan perumahan pada beberapa hari lalu.

Prayitno menuturkan kemunculan ular memang kerap terjadi di lingkungannya. "Dahulu sini kan memang kebun tebu yang menjadi habitat ular. Kemarin akhir tahun juga ada ular, tapi berhasil ditangkap warga," kata dia, Selasa (14/1/2020).

Terakhir kali, kemunculan ular di perumahan tersebut diketahui oleh warga bernama Deviani Astuti, Senin (13/1/2020) sore. Saat itu, ia melihat seekor ular seukuran botol kecap kecil di atas daun pisang di kawasan perumahan.

"Saat melihat ular itu, saya merekamnya menggunakan ponsel. Kemudian video itu di-share di grup WA warga perumahan," kata dia.

Atas kemunculan ular-ular tersebut, akhirnya pihak RT melaporkannya ke BPBD Kota Madiun supaya menyisir keberadaan ular tersebut.

Keluhan masyarakat ini pun direspons petugas BPBD yang dilanjutlan menyisir kebun di belakang perumahan yang menjadi tempat munculnya ular-ular tersebut. Setelah dilakukan penyisiran sekitar 30 menit, petugas tidak menemukan keberadaan sarang ular.

"Ada laporan dari masyarakat terkait ular. Kami datang ke lokasi untuk mengeceknya. Setelah dilakukan penyisiran oleh enam petugas. Hasilnya nihil," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Sumanto.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini