MASA DEPAN PEMAIN: Tak Dihargai Belgia, Ayah Januzaj Berang

MASA DEPAN PEMAIN: Tak Dihargai Belgia, Ayah Januzaj Berang
SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, BRUSSELS – Ayah pemain muda Manchester United, Adnan Januzaj, Abedin marah besar dengan komentar yang dilontarkan pelatih Timnas Belgia, Marc Wilmots. Sang juru racik skuat sepak bola Belgia ini melontarkan pernyataan yang seakan tidak butuh jasa Januzaj di timnya pada 2016 mendatang. Ungkapan ini tak pelak memancing emosi sang ayah yang merasa Belgia yang butuh anaknya, bukan sebaliknya.

Striker belia 18 tahun ini memang berkesempatan membela Timnas sejumlah negara lantaran darah campuran yang dimilikinya. Pemain yang tampil menjadi pahlawan Setan Merah, julukan United, dalam partai kontra Wigan Agustus lalu ini lahir di Brussels, Belgia. Namun, kedua orangtuanya merupakan keturunan Albania yang tinggal di Serbia. Ia berkesempatan berseragam Timnas Belgia, Albania, Serbia, Turki, Kroasia dan Inggris. Sejumlah negara ini pun telah menyatakan minatnya untuk menggaet bintang masa depan lapangan hijau ini.

Januzaj memang belum pernah bermain di Timnas manapun. Sang ayah pun menyarankan putra untuk memilih tempat yang bakal memberinya jatah reguler untuk bermain. Belgia sendiri dikabarkan sudah lama mengincar sang The Rising Star. Akan tetapi, pernyataan Wilmots justru membuat pihak Januzaj berang.

“Tidak mungkin hal seperti ini dinegosiasikan. Januzaj lahir di Belgia dan sudah sepantasnya ia bermain untuk negaranya. Apakah anak ini pantas? Jika dia ingin bermain tunjukkan itu kepada saya. Jika Anda memang terbaik di Manchester atau dimanapun, perlihatkan skill itu. Jika saya butuh saya akan panggil, tetapi saya tidak berjanji,” papar Wilmots, seperti dilansir Skysport, Kamis (17/10/2013) WIB.

Abedin pun marah dengan ucapan sang pelatih yang dianggap tidak memandang anaknya. Padahal menurutnya Belgia yang menginginkannya bukan sang anak.

“Ini sangat memalukan. Kami tidak pernah mendapat apapun dari Belgia. Baik itu pemanggilan atau apapun. Mereka sendiri yang meminta bukan kami. Wilmots justru membuatnya semakin sulit. Kami sangat marah,” tukas Abedin.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago