Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mantap, Vaksinasi PMK Tahap I di Boyolali Selesai

Sebanyak 1.896 dosis telah disuntikkan untuk 1.400 sapi perah dan 500 sapi potong.
SHARE
Mantap, Vaksinasi PMK Tahap I di Boyolali Selesai
SOLOPOS.COM - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono, saat diwawancara wartawan, Senin (4/7/2022). Ia mengungkapkan vaksinasi PMK di Boyolali telah selesai 1.896 dosis pada 1 Juli 2022. (Solopos/Ni’matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI–Vaksinasi penyakit mulut dan kuku atau PMK tahap I di Boyolali telah selesai lebih cepat dibandingkan target, yaitu pada Jumat (1/7/2022).

Sebanyak 1.896 dosis telah disuntikkan untuk 1.400 sapi perah dan 500 sapi potong.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Ihwal jumlah vaksin tersebut diungkapkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono, saat ditemui wartawan, Senin (4/7/2022).

“Hasil akhirnya bukan 1.900 tapi 1.896 karena pada kenyataannya satu vial vaksin itu tidak seluruhnya berisi 100 dosis,” jelas Insan.

Insan mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali akan mengajukan lagi dan menunggu kucuran vaksin selanjutnya.

Baca Juga: Boyolali Jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Ia mengungkapkan Pemkab Boyolali melaksanakan gercep vaksin yang dibantu oleh 155 vaksinator yang terdiri dari beberapa stakeholders, termasuk inseminator sapi di Boyolali.

Saat disinggung apakah 155 vaksinator cukup untuk menangani vaksinasi PMK, Insan mengungkapkan jumlah tersebut cukup dikarenakan vaksin yang diterima Pemkab Boyolali masih belum signifikan.

“Kecuali jumlah vaksinnya 10.000, nanti ditambah vaksinator. Jumlahnya baru seribuan, 155 vaksinator berarti satu orang sekitar satu vial atau 100 vaksin, satu vial bisa habis dalam enam jam,” kata dia.

Insan mengungkapkan vaksinasi PMK memiliki perbedaan dengan vaksinasi Covid-19. Jika vaksinasi Covid-19 dalam dilakukan dengan cepat dengan cara mengumpulkan massa, vaksinasi PMK petugas vaksinator harus mendatangi kandang per kandang.

Maka dari itu, lanjut Insan, Pemkab Boyolali meningkatkan peran serta Camat dan Kepala Desa (Kades) melalui Jaga Kewan.

Baca Juga: Menengok Sapi-Sapi Jumbo Hampir 1 Ton Milik Warga Mojosongo Boyolali

“Kalau pada Covid-19 kemarin kan Jaga Tangga. Kebetulan peran Camat dan Kades cukup signifikan. Jadi data sasaran vaksinasi itu yang menyiapkan Camat bersama penyuluh pertanian dan keswan,” terang dia.

Setelah data sasaran siap dan akan menyuntikkan vaksin, Insan mengatakan petugas vaksinator akan diantar menuju kluster peternakan sapi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berebut jatah vaksin. Ia mengatakan Pemkab Boyolali telah memetakan vaksinasi PMK di kecamatan.

Ia juga mengungkapkan prioritas vaksinasi adalah sapi perah yang memiliki umur lebih lama dibanding sapi potong.

Sementara itu, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, mengungkapkan vaksinasi PMK menjadi salah satu langkah Pemkab Boyolali dalam menangani PMK.

Baca Juga: Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK

“Kami sarankan untuk dipetakan dan difokuskan sehingga langkah-langkah ke depan akan jauh lebih efektif sesuai  dengan vaksin yang kami terima. Untuk langkah selanjutnya tentu pengobatan untuk hewan ternak yang sakit,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode