Mantap, KOI Kantongi Data 3.000 Atlet Negara Pesaing di SEA Games 2023

KOI menyeleksi atlet berdasarkan data dan analisis yang dimiliki, meski sempat menimbulkan kontroversi.
SHARE
Mantap, KOI Kantongi Data 3.000 Atlet Negara Pesaing di SEA Games 2023
SOLOPOS.COM - Sekjen KOI, Ferry J Kono, yang juga menjadi Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 memberi keterangan di Hanoi, Senin (24/5/22). (Antara/Dolly Rosana)

Solopos.com, HANOI – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyebut mereka saat ini telah mengantongi data 3.000 atlet yang bakal menjadi calon lawan atlet Indonesia pada ajang SEA Games 2023 di Kamboja.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J. Kono, yang sekaligus sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam, Senin (23/5/2022), mengatakan selama ini Indonesia tidak memiliki data mengenai atlet-atlet dari negara pesaing. Namun, dengan adanya SEA Games Vietnam pada tahun ini membuat KOI dapat membuat analisis lebih mendalam.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Yang sulit bagi kami itu mendapatkan data atlet dari negara-negara pesaing, nah kini kita sudah ada sehingga ke depannya bisa lebih tepat lagi dalam menentukan siapa atlet yang akan dikirim,” kata Ferry.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

KOI pada SEA Games 2021 melakukan langkah berbeda yakni dengan mengurangi jumlah atlet hingga separuh dari kekuatan di SEA Games Filipina 2019.

Baca Juga: Pelajar SMA di Semarang Raih 2 Medali SEA Games, Sejak Kecil Suka Ini

Indonesia hanya mengirimkan 499 atlet untuk bertanding di 315 nomor pada ajang dua tahunan yang sempat ditunda satu tahun karena adanya pandemi Covid-19.

Dengan kekuatan lebih ramping tersebut, Indonesia justru merangsek ke peringkat ketiga klasemen akhir perolehan medali SEA Games 2021 dengan mengemas 69 emas, 91 perak dan 81 perunggu (satu hari menjelang penutupan) atau memperbaiki posisi di SEA Games 2019 yang berada di urutan keempat.

Menurutnya, keberhasilan ini karena KOI menyeleksi atlet berdasarkan data dan analisis yang dimiliki, meski sempat menimbulkan kontroversi di dalam negeri karena pengurus cabang olahraga merasa paling mengetahui urusan peta kekuatan di arena SEA Games.

Baca Juga: Jacksen Tiago Beri Banyak Catatan Seusai Persis Solo Menang di Surabaya

“Pastinya cabor yang paling tahu tapi ketika mengutus orang untuk mempresentasekan malahan orangnya tidak bisa jawab. Kita punya data, dan mereka tidak. Jadi data kita lebih baik,” kata dia.

Bahkan ada salah satu cabang olahraga yang ngotot atletnya diberangkatkan sama sekali tidak memiliki data rekam jejak.

“Seperti yang sempat rame [senam] kami sempat bertanya kenapa yang ingin dikirim tim putri padahal data menunjukkan VO2max rendah. Apakah bisa dalam tiga pekan ditingkatkan, tentu tidak bisa,” kata dia.

Baca Juga: PSS Sleman Jalani Pemusatan Latihan di Kaliurang, Ini Alasannya

Menurutnya langkah tak biasa yang dilakukan KOI ini sudah sesuai dengan keinginan negara dalam konsep Desain Besar Olahraga Nasional agar Indonesia lebih banyak meraih prestasi di Olimpiade.

“Perubahan perlu waktu dan proses, perlu kesabaran dan saling percaya. Sebenarnya di single event masih banyak kesempatan, tapi jika bicara multievent ini beda karena bawa nama negara,” kata Ferry.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago