Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mantap, akan Dibangun Training Camp Atlet Difabel di Karanganyar

Menpora Zainudin Amali menyampaikan pemerintah akan membangun training camp bagi atlet difabel Indonesia di Kabupaten Karanganyar.
SHARE
Mantap, akan Dibangun Training Camp Atlet Difabel di Karanganyar
SOLOPOS.COM - Menpora Zainudin Amali saat meninjau ASEAN Para Games XI Solo 2022. (Bagus/kemenpora.go.id)

Solopos.com, SOLOMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan pemerintah akan membangun training camp bagi atlet difabel Indonesia di Kabupaten Karanganyar.

Menpora menyampaikan hal itu saat memantau pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) XI Solo 2022 di Stadion UNS.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Dan Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo) telah memberikan arahan kepada saya, di daerah Karanganyar untuk training camp lengkap untuk atlet para games kita. Supaya mereka ada pembinaan secara terstruktur dan ada regenerasi yang dilakukan secara terus menerus,” demikian disampaikan Menpora Amali seperti dilansir dari laman Kemenpora, Jumat (5/8).

Baca Juga: Klasemen Akhir APG XI Solo 2022: Indonesia Juara Umum dengan 171 Emas

Pembangunan training camp ini nantinya menambah fasilitas olahraga lengkap untuk pembinaan dan regenerasi atlet difabel di Kota Solo. Sebelumnya telah ditetapkan pemusatan latihan atlet difabel di Solo dengan Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta sebagai recovery atlet.

“Pembinaan atlet para games kita, mereka kita buatkan training camp di Solo. Karena di Solo itu ada UNS sebagai pendukung sport science. Jadi pelatih-pelatih dari para games ini sebagian besar adalah mereka yang menjadi dosen UNS,” urai Menpora Amali.

“Kemudian di Solo juga ada Rumah Sakit Dr. Soeharso yang diperuntukkan untuk recovery dan semacamnya dan sudah ditetapkan,” tambah Menpora Amali.

Baca Juga: Lampaui Target Medali, Indonesia Juara Umum APG XI Solo 2022

Untuk persiapan pembinaan SEA Games dan ASEAN Para Games 2023, Menpora Amali menilai Indonesia selalu berhadapan dengan negara-negara dengan pembinaan yang luar biasa. Tetapi, dirinya optimistis dengan pembinaan atlet difabel akan memiliki dampak besar.

“Untuk para games-nya kita masih memiliki harapan besar, yang sekarang kita kejar adalah peringkat. Saat ini kita peringkat 43 dunia dan mudah-mudahan bisa baik lagi karena dari Rio de Jeneiro kita peringkat 76, kemudian di Tokyo naik peringkat ke-43 dari target peringkat 60,” urai Menpora Amali.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode