Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mangkunegaran Berperan Penting dalam Perkeretaapian Indonesia

Mangkunegaran berperan penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Purwosari di Kota Solo, Jawa Tengah, dibangun oleh penguasa Mangkunegaran.
SHARE
Mangkunegaran Berperan Penting dalam Perkeretaapian Indonesia
SOLOPOS.COM - Jalur kereta api Surabaya-Pasuruan sepanjang 63 kilometer menjadi jalur kereta api pertama milik perusahaan negara era Hindia Belanda, yaitu Staatssporwegen (SS). (heritage.kai.id/media-kitlv.nl)

Solopos.com, SOLO – Pengangkatan Sri Paduka Mangkunagoro X sebagai Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Agustus 2022 menjadi momentum untuk mengingat lagi sejarah perkeretapian di Indonesia yang dimulai pada 10 Agustus 1867. Mangkunegaran berperan penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.

Dihitung dari perjalanan pertama kereta api di Indonesia yang menempuh rute Stasiun Tawang di Kota Semarang menuju Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan, keduanya di Provinsi Jawa Tengah, sejauh 25 kilometer pada 10 Agustus 1867 berarti kini kereta api di Indonesia telah berumur 155 tahun. Kisah lengkap bisa dibaca di Mangkunegaran di Tengah Sejarah Perkeretaapian Indonesia.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kerangka manusia purba yang diduga berusia 4.500 tahun ditemukan di Situs Song Tritis, Dusun Semampir, Desa Semugih, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs Song Tritis akan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di wilayah Gunungkidul.

Berdasarkan hasil kajian, Song Tritis diidentifikasi sebagai kawasan permukiman manusia prasejarah zaman neolitikum atau masa batu muda. Hal ini diperkuat penemuan sejumlah artefak seperti cangkang siput yang diduga sisa makanan pada saat itu, serpihan gerabah, hingga kerangka manusia berusia 4.500 tahun. Kisah lengkap bisa dibaca di Manusia 4.500 Tahun dari Situs Song Tritis Gunung Kidul.

Sebagai telik sandi yang bertugas memata-matai pasukan Belanda, jalan hidup Soemeini begitu misterius. Dengan taktik yang tergolong unik, perempuan pejuang ini berhasil membujuk satu peleton pasukan KNIL yang bermarkas di Pabrik Gula Mojo Sragen, Jawa Tengah, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi pada Mei 1949.

Nama Soemeini barangkali masih asing di telinga sebagian besar warga Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Tidak banyak literatur yang mengisahkan perempuan pejuang ini. Soemeini tidak sepopuler Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo, pejuang asal Sragen yang dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi. Ulasan lengkap bisa dibaca di Jalan Senyap Soemeini, Pejuang Wanita Nan Pemberani asal Sragen.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada Jumat 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jl. Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, niscaya tak akan terjadi tanpa andil para pemuda kiri. Mereka adalah kader-kader komunis dan sosialis. Peran mereka signifikan sehingga proklamasi kemerdekaan Indonesia berjalan lancar.

Tanpa peran langsung mereka dalam pergulatan politik, adu kekuatan, dan adu strategi pada hari-hari menjelang 17 Agustus 1945, bisa jadi proklamasi kemerdekaan tidak berjalan lancar, bahkan sangat mungkin tidak terjadi pada 17 Agustus 1945. Duduk perkara bisa dipahami di Para Pemuda Kiri di Sekitar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembahasan semua topik di atas bisa dibaca hingga tuntas di kanal Espos Plus. Konten-konten premium di kanal Espos Plus menyajikan pembahasan dengan sudut pandang tajam, komprehensif, dan berdata lengkap. Konten premium menyajikan analisis mendalam atas suatu topik. Silakan mendaftar terlebih dulu untuk mengakses konten-konten premium tersebut.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode