Mangkir dari Panggilan KPK, Benarkah Azis Syamsuddin Isoman?

Surat permohonan penundaan atas namanya, Azis meminta agar pemeriksaan terhadapnya dilaksanakan pada 4 Oktober 2021.
Mangkir dari Panggilan KPK, Benarkah Azis Syamsuddin Isoman?
SOLOPOS.COM - Azis Syamsuddin. (dpr.go.id)

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/9/2021) hari ini. Azis beralasan sedang menjalankan isolasi mandiri.

Benarkah Azis Syamsuddin sedang isolasi mandiri? Atau beralibi seperti seniornya di Partai Golkar Setya Novanto dulu yang membikin drama yang membuat heboh Tanah Air?

Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir mengungkapkan komunikasi terakhir dengan Azis. Adies mengatakan dalam komunikasi terakhirnya itu sang Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut memang sedang menjalankan isoman setelah terpapar Covid-19.

Mencari Tahu

Namun, diakui Adies bahwa pihaknya juga sedang mencari tahu tentang perkembangan kondisi Azis.

“Jadi sampai saat ini pasca terakhir itu yang beliau menyampaikan isoman belum ada lagi komunikasi. Jadi memang kami juga masih mencari informasi terkait dengan kondisi yang bersangkutan,” kata Adies di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Mengaku Lagi Isoman, Azis Syamsuddin Mangkir Panggilan KPK 

Adies menuturkan tidak mengetahui lebih lanjut soal kabar Azis. Namun begitu dia tidak mengetahui jika Azis mungkin masih berkomunikasi dengan petinggi Golkar lainnya.

“Yang lain saya nggak tahu, tapi dengan saya terakhir itu ya menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang isolasi mandiri. Kan isolasi 14 hari ya minimal, mungkin yang bersangkutan masih isoman atau gimana saya nggak tahu,” kata Adies.

Tak Terlihat

Berdasarkan pantauan Suara.com di Gedung Parlemen, Azis memang tidak terlihat sejak namanya disebut memberikan uang Rp3 miliar kepada eks penyidik KPK Robin Stepanus Pattuju. Nama Azis disebut dalam surat dakwaan terhadap Robin.

Menanggapi itu, Adies mengatakan bahwa Partai Golkar masih menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah terhadap wakil ketua umum mereka tersebut.

“Ya jadi sekali lagi begini, kita ini masyarakat yang taat hukum tentunya kita menjunjung asas praduga tidak bersalah, itu yang pertama,” kata Adies.

 Baca Juga: Dipanggil KPK Hari Ini, Azis Syamsuddin Bakal Ditangkap di Jumat Keramat? 

Azis Syamsuddin dikabarkan belum bisa memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/9/2021).

Anggota Dewan dari Fraksi Golkar ini diagendakan menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi di Kabupaten Lampung Tengah.

Berdasarkan surat permohonan penundaan atas namanya yang beredar di kalangan wartawan, Azis meminta agar pemeriksaan terhadapnya dilaksanakan pada 4 Oktober 2021.

Kontak dengan Pasien

Dalam surat itu, dia berdalih sedang menjalani isolasi mandiri, karena baru saja kontak dengan seseorang yang terpapar Covid-19.

“Adapun alasan penudaan tersebut, dikarenakan saat ini saya sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Karena beberapa waktu lalu, saya berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif corona,” bunyi surat yang diduga milik Azis yang dikutip Suara.com.

Sebelumnya, beredar informasi, Azis telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Lampung Tengah.

Beredarnya kabar itu, bersamaan dengan KPK yang sedang mengusut dugaan kasus korupsi di Kabupaten Lampung Tengah, yang saat ini perkaranya telah memasuki tahap penyidikan. Apalagi, KPK sudah melakukan tahapan pemeriksaan sejumlah saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang serta Lampung.

Hanya Memanggil

Dikonfirmasi mengenai status tersangka Azis, Ketua KPK Firli Bahuri hanya mengonfirmasi akan melakukan pemanggilan terhadap Azis dalam waktu dekat. Namun, dia tidak menegaskan, jika Azis sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara,” ucap Firli dikonfirmasi, Kamis (23/9/2021).

Firli menyebut, pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat perkara Lampung Tengah diharapkan kooperatif.

“Kami berharap, setiap orang yang dipanggil akan memenuhi panggilan sebagai wujud penghormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan. Kita tidak boleh menunda keadilan karena menunda keadilan adalah juga ketidakadilan. Kita juga menjunjung tinggi dan menganut prinsip,” katanya.

 

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago