Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Manfaatkan Sampah Warga, BUMDes Matesih Karanganyar Budidayakan Maggot

BUMDes Matesih, Kecamatan Matesih, Karanganyar melihat peluang untuk memanfaatkan banyaknya sampah rumah tangga agar bernilai cuan dengan membudidayakan maggot.
SHARE
Manfaatkan Sampah Warga, BUMDes Matesih Karanganyar Budidayakan Maggot
SOLOPOS.COM - Maggot yang dibudidayakan BUMDes Matesih, Kecamatan Matesih, Karanganyar. (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Sampah rumah tangga umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian hanya dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dan sebagian lainnya ditimbun di pekarangan-pekarangan penduduk.

Namun di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sampah rumah tangga ini sebagian dimanfaatkan untuk mendukung budidaya maggot yang dikembangkan oleh badan usaha milik desa (BUMDes) setempat.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Desa yang berjarak sekitar 13 kilometer (km) ke arah timur dari Karanganyar kota ini setiap hari menghasilkan sekitar 2 ton sampah rumah tangga. Ini belum termasuk sampah pasar yang dibuang ke TPA Jumantono.

Baca Juga: Hasil Menggiurkan, Ini Cara Budi Daya Maggot Bagi Pemula

Sampah rumah tangga ini kemudian diangkut dengan dua kendaraan roda tiga pengangkut sampah ke unit bank sampah desa setempat. Di sana dipilah antara sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik dimanfaatkan kembali atau dimusnahkan, sedangkan sampah organik diolah menjadi pakan maggot yang dibudidaya oleh BUMDes setempat. Budidaya maggot ini juga berlokasi di tempat yang sama dengan Unit Bank Sampah.

BUMDes Matesih Karanganyar budidaya maggot
Pengelola budidaya maggot, Gatot Suyato (kanan) dan ketua BUMDes Maju Sejahtera Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar menunjukkan petak budidaya maggot di Unit Bank Sampah desa setempat, Kamis (24/3/2022). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Pengelola budidaya maggot, Gatot Suyato, mengatakan usaha ini tersebut dirintis sejak Desember 2021. Menurutnya, maggot memiliki nilai ekonomi dan permintaan yang tinggi. “Budidaya ini dimulai Desember 2021. Saat itu kami melihat ada sampah yang sepertinya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna, dan akhirnya kami putuskan untuk pakan budidaya maggot ini,” ujarnya saat ditemui, Kamis (24/3/2022).

Mudah Dibudidayakan

Ia menilai budidaya maggot tidak susah dan bisa dipelajari dari berbagai sumber di YouTube. Budidaya bisa dimulai dengan menyediakan telur lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) seberat 1 gram. “Dulu kami beli telur maggot ini 1 gram secara online, lalu kami kembangkan sesuai tutorial yang kami pelajari. Tidak ada kendala,” imbuhnya.

Baca Juga: Bisa Bikin Tajir, Ini Seluk Beluk Budidaya Maggot

Secara ringkas, budidaya ini dimulai dengan penetasan telur menggunakan media ampas tahu. Setelah menetas, maggot bayi ini dipindahkan ke petak-petak yang sudah disediakan. Di sinilah maggot diberi makan olahan sampah rumah tangga itu hingga menjadi dewasa dalam beberapa hari.

Maggot yang sudah dewasa atau berukuran sekitar 15 milimeter dipanen untuk dijual, sedangkan sebagian lainnya dibiarkan menjadi kepompong untuk menjadi BSF. BSF ini dipelihara di kandang yang berbeda hingga bertelur.

“Lalat jantan ini akan mati setelah kawin, dan lalat betinanya juga akan mati setelah mereka bertelur. Telurnya ditetaskan lagi dan begitu seterusnya,” imbuhnya.

Pada sisi lain, budidaya maggot BUMDes Matesih ini masih dalam pengembangan sehingga hasilnya belum dipasarkan. Hasil panen dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele di kolam yang dibuat di dekat lokasi dan sebagian lainnya dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan mereka.

Baca Juga: Iseng-iseng yang Hasilkan Cuan, Pria di Boyolali Sukses Budidaya Maggot

“Budidaya ini sudah menghasilkan rata-rata 15 kilogram [kg] per hari, tetapi ini sebenarnya belum memenuhi kebutuhan pasar. Ada yang meminta satu ton per pekan, tapi kami belum mampu karena tempat kami terbatas. Kami sudah menyampaikan kebutuhan penambahan tempat kepada Pemkab Karanganyar,” imbuhnya.

Ketua BUMDes Matesih, Sulamta, mengatakan budidaya maggot tersebut kini menjadi sarana edukasi bagi anak sekolah hingga perguruan tinggi. “Sementara terus dikembangkan, sekarang menjadi sarana edukasi bagi anak-anak sekolah, bahkan pihak kampus juga sudah ada yang ke sini untuk melihat budidaya ini,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode