Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Manfaatkan Gas Rawa, Seratusan Warga Desa ini Sudah Jarang Beli Elpiji

Desa Bantar di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara telah menafaatkan gas rawa purba atau biogenic shallow gas untuk kebutuhan bahan bakar sebagian warganya.
SHARE
Manfaatkan Gas Rawa, Seratusan Warga Desa ini Sudah Jarang Beli Elpiji
SOLOPOS.COM - Kepala Desa Bantar Eko Purwanto (mengenakan pakaian merah) menunjukkan unit instalasi Biogenic Shallow Gas (BSG) kepada Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Kamis (23/6/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Warga Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengurangi pemakaian elpiji untuk kebutuhan dapur. Mereka kini memanfaatkan gas rawa purba alias Biogenic Shallow Gas (BSG) untuk kebutuhan dapur mereka.

Berdasarkan pantauan tim Ekspedisi Energi 2022 saat mengunjungi lokasi, Kamis (23/6/2022), suara mesin enam kompresor beroperasi di unit instalasi BSG yang berdiri di tengah kebun. Tepatnya di tanah bengkok milik Kepala Desa Bantar, Eko Purwanto. Kompresor dibutuhkan itu memompa gas rawa bertekanan rendah agar bisa disalurkan ke rumah-rumah warga.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kompresor membuat distribusi gas ke rumah tangga menjadi stabil dan kondisi api menjadi biru. Gas rawa di dalam tabung unit instalasi BSG itu didistribusikan ke 100 rumah tangga dengan pipa paralon.

Karena belum bisa mencukupi kebutuhan semua warga, maka pihak Pemerintah Desa Bantar memilih 100 warga yang menerima manfaat gas rawa. Mereka yang dipilih adalah keluarga berpenghasilan rendah. Mereka cukup membayar Rp20.000 per bulan untuk memakai gas rawa tanpa batasan. Biaya bulanan itu untuk perawatan dan membayar beban listrik yang menghidupkan kompresor.

Baca Juga: Tak Sedikit, Ternyata Segini Jumlah Desa Mandiri Energi di Jateng

Ada lima lokasi rawa yang telah dibor, namun baru dua sumur yang digunakan secara optimal. Sumur gas rawa lainnya belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena ada bebatuan yang menghalangi alat ketika pengeboran.

Desa Mandiri Energi
Kepala Desa Bantar Eko Purwanto (mengenakan pakaian merah) menunjukkan kompresor yang digunakan untuk memompa Biogenic Shallow Gas (BSG) atau gas rawa, kepada Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Kamis (23/6/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Eko mengatakan warga menemukan potensi energi terbarukan sejak lebih dari 50 tahun lalu. Namun belum dimanfaatkan sebelum 2020. Agar mendapat perhatian dari pemerintah, ia memberitakan soal adanya potensi gas rawa kepada media massa.

“Berita dari teman-teman media dibaca Pemerintah Provinsi Jawa tengah lalu dilakukan survei kemudian pemerintah memberikan bantuan untuk memanfaatkan gas rawa sampai instalasi ke rumah tangga,” kata dia kepada Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group (SMG), Kamis (23/6/2022) siang.

Sumber Melimpah

Menurut dia, 100 rumah tangga yang biasa rata-rata menghabiskan 3 kilogram elpiji subsidi kini hanya menyediakan satu tabung elpiji hanya untuk jaga-jaga. Sumber energi gas rawa desanya diklaim masih melimpah dan tidak akan habis puluhan tahun ke depan.

Baca Juga: Sragen dan Karanganyar Bakal Punya Energi Gas Rawa Akhir Tahun Ini

“Kami tahun ini mengalokasikan Rp60 juta dari dana desa untuk membeli separator dan pembenahan rumah gas rawa supaya lebih banyak warga yang bisa memanfaatkan rawa gas. Harapan kami ada swadaya masyarakat,” papar Eko.

Dia menambahkan, pengelolaan gas rawa ke depannya akan dilakukan secara profesional oleh badan usaha milik desa untuk mewujudkan desa mandiri energi. Selain itu, pemanfaatan gas rawa ini juga bisa menjadi sumber penghasilan asli desa untuk menopang pembangunan.

Sebagai informasi, Ekspedisi Energi 2022 digelar SMG selama empat hari mulai Senin (20/6/2022). Ekspedisi ini memotret pemanfaatan energi baru terbarukan dan inovasi energi untuk pemulihan ekonomi nasional.

Ekspedisi Energi 2022 ini didukung PT Adaro Energy Indonesia Tbk, SUN Energy, PT SHA Solo, Pertamina Patra Niaga, PT Geo Dipa Energi, Hyundai, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Pembangkitan Jawa Bali (PJB), SKK Migas Jabanusa, dan Dinas ESDM Jawa Tengah.

Ekspedisi Energi 2022



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode