top ear
Teknologi Google AR augmented reality untuk menangani persoalan physical distancing Covid-19. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Teknologi Google AR augmented reality untuk menangani persoalan physical distancing Covid-19. (Istimewa)

Manfaatkan AR Kamera, Google Bisa Ukur Jarak Penularan Covid-19

Google merancang aplikasi khusus dengan memanfaatkan augmented reality atau AR untuk mengontrol jarak manusia yang haru menaati protokol physical distancing.
Diterbitkan Minggu, 31/05/2020 - 17:45 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SAN FRANCISCO - Google membuat terobosan mendukung physical distancing untuk menghindari penularan Covid-19. Google memanfaatkan AR, augmented reality, di teknologi rancangan terbarunya.

Google Hapus Ulasan Negatif Tiktok di Play Store, Kok Gitu?

Dilansir dari laman The Verge, untuk mengakses fitur Google ini kamu perlu masuk di halaman browser Chrome dan membuka halaman dengan alamat goo.gle/sodar untuk masuk pada perangkat bernama SODAR. Bukan sebuah aplikasi, namun halaman tersebut akan membuka kamera ponsel kamu dan menunjukkan rentang jarak yang tepat secara nyata.

Ponsel kamu akan menggunakan augmented reality dan memberikan jarak yang tepat satu sama lain di sekitar kamu dan memberikan lingkar radius dua meter pada tampilan ponsel kamu. Dalam pengujian SODAR digunakan Samsung Galaxy S20 dan menggambarkan akurasinya sebagai "cukup dekat".

Kiat Menjalani Normalitas Baru Saat dan Setelah Pandemi dari Pakar Google

Program SODAR dengan Google AR

Meski tak selalu akurat, namun jarak sosial ini menjadi penting dan menyadarkan siapa pun jika rentang jarak sosial akan lebih tercerahkan dengan bantuan aplikasi. Hal ini adalah satu yang berguna daripada membayangkan visual dua meter yang tak pasti dalam menentukkan jarak sosial satu sama lain.

Google Pernah Emoh Mengakuisisi Zoom, Sekarang Nyesel?

AR umumnya diakses melalui kamera ponsel yang menampilkan visual lapisan ke lingkungan sekitarnya di layar perangkat. Dengan kata lain, yang bekerja adalah bukanlah ponsel itu sendiri melainkan dibantu dengan afanya aplikasi pendukung.

AR sering dikodekan untuk aplikasi ponsel dan diterjemahkan secara reaktif tergantung pada lokasi pengguna. Ini dapat diprogram mirip dengan realitas virtual, tetapi umumnya tidak membutuhkan mesin canggih untuk membuat.

AR berpotensi reaktif terhadap dunia nyata. Hal ini terjadi karena AR digabungkan dalam lingkungan nyata. Dengan kata lain, dunia AR terjadi secara langsung terhadap dunia nyata.

Tangani Pasien Covid-19, Tenaga Medis Puskesmas Kedawung Sragen Diteror Via WA


Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini