Manajemen Sampah Isoman, Bentuk PKM Dosen ITS PKU Muhammadiyah

PKM dosen ITS PKU Muhammadiyan Surakarta dilaksanakan sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi digelar di Desa Canden, Sambi, Kabupaten Boyolali
SHARE
Manajemen Sampah Isoman, Bentuk PKM Dosen ITS PKU Muhammadiyah
SOLOPOS.COM - Dosen ITS PKU Muhammadiyah Solo peserta PKM berfoto bersama ibu-ibu PKK Desa Canden, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI — Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan ITS PKU Muhammadiyah Solo melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema manajemen sampah isolasi mandiri (Isoman) Covid-19.

PKM dilaksanakan sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi digelar di Desa Canden, Sambi, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (12/1/2022). Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 26 ibu-ibu kader posyandu dan PKK.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Tim dosen yang melaksanakan PKM adalah Wijayanti, S.Kep, Ns., M.Kep selaku ketua tim. Dengan anggota Sri Handayani, S.Kep, Ns., M.Kep Anik Enikmawati, S.Kep, Ns., M.Kep

Baca juga: Tegang hingga Nangis Saat Disuntik Warnai Vaksinasi Anak SD di Boyolali

Ketua Tim, Wijayanti mengatakan, sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak dipakai lagi . Limbah sampah pasien terkonfirmasi positif baik yang dirawat maupun yang menjalani isolasi mandiri (isoman) menjadi permasalahan tersendiri.

Tindakan yang awalnya disebut dengan 3M dirasa kurang efisien sehingga sekarang cara mencegah adalah dengan 5M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas.

Sampah warga isoman termasuk dalam sampah atau limbah infeksius sehingga diperlukan cara khusus untuk menanganinya. Sampah infeksius tersebut diantaranya masker medis bekas pakai, tisu, kapas, alat makan sekali pakai, bungkus makanan. Juga bungkus obat dan peralatan lain yang dipakai selama menjalani perawatan Covid-19.

Dosen ITS PKU Muhammadiyah Solo
Pelaksanaan PKM dosen ITS PKU Muhammadiyah Solo di Desa Senden, Sambi, Boyolali. (Istimewa)

Baca juga: Dipimpin 4 Srikandi, ITS PKU Muhammadiyah Solo Siap Majukan Perempuan

Cara mengelola sampah infeksius Covid-19 dengan baik dan aman adalah mengunakan tempat sampah berlapis atau dua kantong. Pada saat membuang sampah, usahakan menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya.

Sampah masker bekas pakai disarankan untuk dicacah terlebih dahulu, direndam dengan air sabun atau cairan disinfektan selama 18 detik sebelum dibuang. Pada 27 Juli 2021 kasus Covid-19 di wilayah Boyolali sebanyak 7.446 dan yang dirawat 988 (Tanggap covid, 2021). Ditemukan data bahwa pasien yang menjalani isoman belum menerapkan pengelolaan limbah sampah dengan benar.

“Berdasarkan hasil pengamatan terhadap dua keluarga yang terkonfirmasi positif dan berdasarkan hasil wawancara dengan dua pasien diantaranya yang menjalani isoman. Tidak ada pengelolaan sampah khusus ketika menjalani isoman. Sampah yang dihasilkan baik tisu, masker atau sampah rumah tangga semua dibuang di tempat pembuangan sampah keluarga,” jelas Wijayanti.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago