top ear
Warga memadati Jl. Jenderal Sudirman, Solo, untuk merayakan pergantian tahun Imlek 2020, Jumat (24/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan).
  • SOLOPOS.COM
    Warga memadati Jl. Jenderal Sudirman, Solo, untuk merayakan pergantian tahun Imlek 2020, Jumat (24/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan).

Malam Tahun Baru Imlek: Solo Cerah, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sekitar Pasar Gede

Ribuan warga memadati kawasan Pasar Gede Solo dan sekitarnya untuk rayakan tahun baru Imlek.
Diterbitkan Jumat, 24/01/2020 - 22:14 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com SOLO -- Ribuan warga menyemut di sekitar Pasar Gede, terutama di bundaran Tugu Jam, jembatan, Jl. Jenderal Sudirman, hingga Plaza Balai Kota, Jumat (24/1/2020) malam. Mereka menikmati malam pergantian tahun Imlek 2571 dengan berswafoto di bawah pendar cahaya lampion sembari berwisata kuliner di bazar makanan.

Pantauan Solopos.com, Jl. Jenderal Sudirman ditutup. Kendaraan dari Jl. Slamet Riyadi diarahkan ke Jl. Mayor Sunaryo kemudian melintasi Jl. Kapten Mulyadi. Petugas Kepolisian tampak berjaga di titik kumpul warga. Sejumlah ambulans, unit pemadam kebakaran, juga diparkir di beberapa lokasi.

Warga berkumpul di seputaran tugu jam depan Pasar Gede Solo untuk menantikan detik-detik pergantian tahun Imlek, Jumat (24/1/2020) malam. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
Warga berkumpul di seputaran tugu jam depan Pasar Gede Solo untuk menantikan detik-detik pergantian tahun Imlek, Jumat (24/1/2020) malam. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

Panitia Grebeg Sudira juga menutup rangkaian acara Tahun Baru Imlek pada malam ini. Penutupan dimeriahkan Kesenian Budaya Kelurahan Sudiraprajan dan pertunjukan musik. Sementara di Plaza Balai Kota ada penampilan liong dan barongsai dari lima kelompok, di antaranya dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Polresta Solo, dan Perguruan Barongsai Tri Pusaka.

Ortu Siswa SMP Solo Yang Di-DO Gara-Gara Vape Siap Tempuh Jalur Hukum

Pembina Perguruan Barongsai Tri Pusaka, Adjie Candra, pekan lalu, mengatakan pada momen pergantuan tahun Imlek kali ini kelompoknya bisa manggung setiap hari. Latihan yang biasanya dilakukan tiga kali sepekan bisa berlangsung setiap hari.

“Kami tampil bergiliran, total anggota sekitar 70 orang di mana 90 persen di antaranya berasal dari etnis Jawa dengan beragam keyakinan. Artinya kesenian ini sudah menjadi milik masyarakat," kata dia kepada Solopos.com.

Adjie mengatakan pertunjukan barongsai memiliki tiga fungsi, yaitu ritual, olahraga, dan hiburan. Jika pertunjukan berlangsung untuk keperluan ritual, seluruh pemain barongsai harus ikut.

“Meski ritual dipimpin dengan cara Konghucu, tapi mereka bisa menyesuaikan keyakinan masing-masing,” jelas dia.

Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini