top ear
Maju Pilkada Solo Lewat PDIP? Rudy: Sebaiknya Satu Paket!
  • SOLOPOS.COM
    F.X. Hadi Rudyatmo (Dokumen/JIBI/Solopos)

Maju Pilkada Solo Lewat PDIP? Rudy: Sebaiknya Satu Paket!

Ketua DPC PDIP Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan partainya masih membuka peluang bagi siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo
Diterbitkan Kamis, 19/09/2019 - 21:15 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D,
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solo masih membuka peluang bagi siapa pun untuk maju pada Pilkada Solo 2020 lewat parpol tersebut.

Ketua DPC PDIP Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan partainya masih membuka peluang bagi siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo meski sebelumnya lima Pengurus Anak Cabang (PAC) sepakat mengusung pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

Pasangan tersebut sudah mendaftar untuk ikut proses penjaringan dan penyaringan Pilkada 2020, Senin (16/9/2019).

“Mereka mendaftar karena merasa mendapat aspirasi dari anak ranting, ranting, sampai anak cabang. Jadi kalau ada yang bilang saya menzalimi karena menutup peluang pendaftaran, itu enggak ada. Saya tidak pernah menzalimi. Kalaupun nanti yang mendaftar ke DPC jumlahnya lebih dari sepasang, semuanya saya bawa ke DPP [Dewan Pimpinan Pusat PDIP],” kata Wali Kota Solo itu, Rabu (18/9/2019).

Namun demikian, Rudy melanjutkan partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki syarat dan mekanisme yang harus dipenuhi. Salah satunya memiliki kartu tanda anggota (KTA).

Selain itu, ada sejumlah tes yang harus dilalui serta syarat-syarat lain. “Penjaringan tertutup itu yang penting tidak ada publikasi, tidak ada iklan dan sebagainya. Diutamakan kader internal, ya itu tadi, punya KTA,” paparnya.

Rudy menyarankan agar siapa pun yang tertarik mendaftar sudah sekaligus berpasangan atau sudah sepaket. Saran itu juga berlaku untuk putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

“Setiap pendaftar akan ada semacam risalah atau catatan yang akan dilampirkan ke DPP. Bu Mega [Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri] sudah menyampaikan calon dari PDIP diutamakan kader,” ungkap dia.

Sesuai ketentuan partai, 12 bulan sebelum pemilihan harus membuka pendaftaran. Hasil pendaftaran nantinya dijaring dan disaring oleh tim khusus. Pendaftaran tersebut ditutup pada 23 Oktober.

“DPP nanti kalau mau mengutak-utik, bongkar pasang, siapa calon wali kota dan siapa wakil wali kotanya itu terserah DPP. Karena keputusan akhirnya ada di DPP,” kata Rudy.

Terpisah, Achmad Purnomo mengaku tak mau ambil pusing soal pertemuan Rudy dengan Gibran. Sebagai kader partai, dia hanya mengikuti aturan maupun yang akan diputuskan partai.

Hasil penjaringan di internal lima PAC yang menguat, kata dia, baru sebatas tingkat daerah sehingga belum bisa dikatakan sama dengan hasil akhirnya di tingkat DPP. Termasuk pasangan calon yang mendapatkan rekomendasi DPP untuk maju pada ajang kontestasi Pilkada 2020.

“Jika saya yang diberi rekomendasi, ya, insya Allah saya lakukan sepenuh hati. Kalau seandainya bukan saya, mungkin Mas Gibran atau mungkin orang lain yang direkomendasikan, saya menerima dengan legawa. Yang penting Solo ini harus tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

 

Editor : Suharsih ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkini