top ear
Tutup Iklan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin (melambaikan tangan) berjalan memasuki Istana Wakil Presiden di Jakarta, Minggu (20/10/2019). (Antara-Nova Wahyudi)
  • SOLOPOS.COM
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin (melambaikan tangan) berjalan memasuki Istana Wakil Presiden di Jakarta, Minggu (20/10/2019). (Antara-Nova Wahyudi)

Majelis Taklim Wajib Lapor, Maruf Amin: Jangan Tahu-Tahu Kembangkan Radikalisme

"Jangan sampai ada majelis yang menjadi sumber persoalan."
Diterbitkan Senin, 2/12/2019 - 21:23 WIB
oleh Solopos.com/Feni Freycinetia Fitriani/Bisnis
1 menit baca

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara soal Peraturan Menteri Agama (PMA) No 29/2019 tentang Majelis Taklim. Beleid yang diterbitkan pada 13 November tersebut mewajibkan majelis taklim untuk mendaftarkan diri ke Kantor Kementerian Agama.

"Mungkin bukan terdaftar, tetapi dilaporkan lah kira-kira begitu. Supaya tahu ada majelis taklim, laporlah gitu," katanya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Dia menuturkan pemerintah perlu mendata berapa jumlah dan sebaran majelis taklim yang ada di Indonesia. Menurutnya, pemerintah perlu memantau majelis taklim agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Jangan sampai ada majelis yang menjadi sumber persoalan, tahu-tahu mengembangkan radikalisme, misalnya, kan jadi masalah. Bukan didaftar, tetapi dilaporkan. Sekarang kan semua harus terdata, tamu aja harus didata," imbuhnya.

Pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Agama ini mengatur bahwa majelis taklim harus terdaftar pada Kantor Kementerian Agama.

PMA No. 29/2019 juga bisa menjadi panduan masyarakat saat akan membentuk majelis taklim. PMA ini diperuntukkan sebagai pedoman publik.

Editor : Profile Adib M Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini