[ X ] CLOSE

Mabuk Ciu Dioplos Mextril, Anak Punk di Palur Ditangkap Satpol PP & Disuruh Salat

Penangkapan tujuh anak jalanan bergaya punk itu bermula dari laporan pengguna jalan.
Mabuk Ciu Dioplos Mextril, Anak Punk di Palur Ditangkap Satpol PP & Disuruh Salat
SOLOPOS.COM - Anak jalanan yang dikenal dengan sebutan anak punk dibawa dan didata ke kantoe Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Kamis (10/9/2020). Mereka diminta mandi dan menjalankan ibadah di kompleks kantor Satpol PP Kabupaten Karanganyar. (Istimewa/Dok. Satpol PP Kabupaten Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tujuh anak punk ditangkap Satpol PP saat kedapatan mengamen dalam kondisi mabuk di lampu lalu lintas dekat Markas Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad di Palur, Karanganyar pada Kamis (10/9/2020). Kata Satpol PP, anak punk tersebut kedapatan mabuk dengan minuman keras ciu yang dioplos dengan obat batuk Mextril.

Ada 6 Kampung Unik di Solo, Nomor 1 Kerap Buat Selfie

Penangkapan tujuh anak jalanan bergaya punk itu bermula dari laporan pengguna jalan. Pengguna jalan melihat dua anak punk mengamen di lampu lalu lintas dekat Markas Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad di Palur, Karanganyar pada Kamis (10/9/2020). Mereka mengamen tanpa menggunakan alat musik, hanya menepukkan tangan, dan menyanyi seadanya.

"Laporan warga ada anak punk ngamen di seputaran traffic light 413 itu. Petugas menyisir lokasi dan betul memang ada anak punk sedang mengamen dan meminta uang di situ," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (11/9/2020).

 

Anak jalanan yang dikenal dengan sebutan anak punk dibawa dan didata ke kantoe Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Kamis (10/9/2020). Mereka diminta mandi dan menjalankan ibadah di kompleks kantor Satpol PP Kabupaten Karanganyar. (Istimewa/Dok. Satpol PP Kabupaten Karanganyar)
Anak jalanan yang dikenal dengan sebutan anak punk dibawa dan didata ke kantoe Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Kamis (10/9/2020). Mereka diminta mandi dan menjalankan ibadah di kompleks kantor Satpol PP Kabupaten Karanganyar. (Istimewa/Dok. Satpol PP Kabupaten Karanganyar)

Dua anak yang kedapatan mengamen di lampu lalu lintas itu ditangkap dan diinterogasi. Mereka diminta menunjukkan "markas". Ternyata, mereka menempati salah satu lahan di dekat rumah yang diduga kosong.

Kabar Baik! 27 Pasien Covid-19 di Klaten Sembuh, Terbanyak Wonosari

"Hanya nggelar tikar. Mereka kumpul di situ. Bukan lahan kosong ya tetapi mungkin rumah kosong. Mereka jadikan itu sebagai markas. Ditemukan teman-teman mereka di situ. Total tujuh orang. Semua kami bawa ke kantor Satpol PP," ungkap dia.

Lokasi yang dijadikan sebagai "markas" anak jalanan berada di area permukiman. Lokasi tepatnya ada di timur swalayan Indogrosir Solo di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Anggota menemukan botol bekas air mineral ukuran satu liter berisi ciu oplosan.

Minum Ciu Oplosan

"Lokasi markas itu di utara lampu lalu lintas dekat 413 itu, masuk ke kampung. Tidak termasuk lahan kosong tapi ada rumah kosong. Pengakuan mereka di situ teler. Wajah kan kelihatan teler. Minum ciu oplosan dicampur Mextril [obat batuk]. Ciu ada tapi obat tidak ditemukan," ujar Yopi.

Kasus Terus Covid-19 Solo Melonjak, Batasan Usia Anak ke Mal Justru Dilonggarkan

Dari tujuh orang itu, salah satunya perempuan berusia 16 tahun. Saat berada di kantor Satpol PP, tujuh orang anak jalanan itu didata. Rampung pendataan, mereka diminta mandi.

"Masing-masing kami beri sabun cair. Harus dihabiskan. Rampung mandi, kami minta mereka ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kan tujuh orang. Dari tujuh orang itu salah satunya wanita usia 16 tahun. Paling tua 28 tahun. Dia semacam koordinator," ujar dia.

Tujuh orang anak jalanan itu berasal dari Kabupaten Sukoharjo dan Kota Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Anak jalanan dari Kabupaten Sukoharjo diantarkan naik angkutan umum menuju rumahnya di Sukoharjo. Sisanya diantar ke terminal terdekat.

Jomblo Jangan Risau, Ini Cara Mengalihkan Fokus Tak Selalu Memikirkan Jodoh

"Rencana awal kan diantar ke wilayah perbatasan. Tetapi akhirnya kami antar ke terminal. Kami arahkan mereka naik bus pulang ke rumah masing-masing. Kami carikan bus," ujar dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago