Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Lurah Mojo Sambut Baik Rencana Pembangunan SMAN Baru

SHARE
Lurah Mojo Sambut Baik Rencana Pembangunan SMAN Baru
SOLOPOS.COM - Para siswa SDN Mojo, Pasar Kliwon, Solo sedang bermain di sela-sela jam istirahat, Selasa (24/1/2023). (Solopos.com/Dhima Wahyu Sejati)

Solopos.com, SOLO–Lurah Mojo, Nurochman, mengatakan warga Kelurahan Mojo dan Pasar Kliwon secara umum menyambut baik rencana pembangunan SMAN 9 Solo.

“Saya kira warga pasti menyambut baik dan gembira karena diharapkan putra putrinya nanti bisa bersekolah di SMAN 9,” kata Nurochman ketika ditemui Solopos.com, Selasa (24/1/2023). 

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Selama ini, kata dia, kecamatan Pasar Kliwon belum mendapat sekolah yang sesuai dengan sistem zonasi. “Jadi ketika bersaing di wilayah lain banyak tidak diterimanya,” katanya.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Dia berharap dengan adanya pembangunan di wilayah Pasar Kliwon banyak anak-anak yang bisa melanjutkan sekolah SMA dan tidak lagi terkendala sistem zonasi. 

Selama ini, kata Nurochman, banyak anak-anak yang memilih sekolah swasta dan sekolah lain di luar daerah Pasar Kliwon. “Ada yang di SMA Mojolaban dan beberapa di swasta,” kata dia. 

Meski begitu tidak semua orang tau menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang bayarannya relatif lebih mahal. Maka alternatif pilihan sekolah bagi warga kurang mampu semakin sedikit.

Maka dengan adanya sekolah baru, warga kurang mampu di wilayah Mojo dan sekitarnya  akan mendapat manfaat lebih. “Gakin [keluarga miskin] dan rentan resiko sosial akhirnya punya pilihan untuk melanjutkan sekolah,” kata dia.

Dia mengatakan kategori Gakin dan rentan resiko sosial di wilayahnya cukup banyak. Dari keseluruhan warga Mojo yang berjumlah 13.917 jiwa, warga miskin dan rentan risiko sosial sekitar 64.6 %. “Angkanya memang cukup besar,” imbuh dia.

Maka sekolah menengah tersebut menjadi harapan dan pemihakan untuk warga miskin dan rentan risiko sosial. “Jadi satu keuntungan bagi warga miskin karena kalau begini terus [tidak ada SMA] akan semakin terpuruk,” kata dia. 

Nurochman khawatir dengan kondisi keluarga yang kurang mampu itu membuat anak-anak, pada akhirnya terpaksa putus sekolah.

Saat ini SMAN 9 Solo masih dalam proses perencanaan pembangunan oleh dinas terkait. Berdasar informasi yang diterima Solopos.com, pembangunan sekolah menengah itu dibangun di lahan SDN Mojo. Sedangkan sekolah dasar tersebut, rencananya dipindah di timur markas Brimob. 



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode