Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Lupakan Gadget, Anak-Anak di Boyolali Ramaikan Dolanan Tradisional

Anak-anak yang terbiasa bermain gadget di Boyolali dikenalkan aneka permainan tradisional dalam kegiatan Pekan Gayeng Dolanan Anak pada Minggu (26/12/2021).
SHARE
Lupakan Gadget, Anak-Anak di Boyolali Ramaikan Dolanan Tradisional
SOLOPOS.COM - Peserta Pekan Gayeng Dolanan Anak bermain permainan egrang di Pekan Gayeng Dolanan Anak. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Balai Desa Glintang pada Minggu (26/12/2021).(Istimewa/Krida Remaja Glintang)

Solopos.com, BOYOLALI — Krida Remaja Glintang Boyolali menggelar kegiatan Pekan Gayeng Dolanan Anak pada Minggu (26/12/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Balai Desa Glintang.

Sekitar 200 anak memeriah acara yang berlangsung dari pukul 07.00-12.00 WIB. Ketua Krida Remaja Glintang, Aditya Pratama, mengatakan semua peserta adalah anak-anak dan berasal dari masing-masing dukuh di Desa Glintang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Pesertanya ada 200 orang. Itu perwakilan dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di beberapa dukuh yang ada di Desa Glintang,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com pada Senin (27/12/2021).

Baca Juga: Sidak Objek Wisata, Satpol PP Boyolali: Penerapan PeduliLindungi Rendah

Lebih lanjut, Aditya mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mengenalkan permainan zaman dulu kepada anak-anak sekarang. “Kita ingin mengenalkan permainan tempo dulu yang tidak familier bagi anak-anak sekarang. Kita ingin mengenalkan permainan itu sehingga anak-anak yang ada di dukuh bisa bermain permainan itu lagi. Soalnya kita melihat banyak anak-anak yang sering mainan gadget,” katanya.

Kegiatan Pekan Gayeng Dolanan Anak di Desa Glintang ini mengenalkan beberapa permainan tradisional kepada peserta. Keseruan terjadi saat anak-anak bermain permainan tradisional yang diadakan Krida Remaja Glintang Boyolali.

“Kami memperkenalkan beberapa permainan tradisional antara lain gobak sodor, kebukan, dingklik oglak-aglik, ular naga, egrang, dan tali tempurung. Halaman balai desa jadi gemuruh karena keseruan yang terjadi saat bermain,” ungkap Aditya.

Baca Juga: Kenalkan Permainan Tradisional, Boyolali Gelar Festival Dolanan Anak

Kepada Desa Glintang, Thoni Abunaim, menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh Krida Remaja Glintang tersebut. “Saya mendukung acara ini, apalagi ini memperkenalkan pada permainan tradisional agar yang diketahui tidak hanya game di handphone. Saya jarang sekali melihat anak-anak bermain permainan tradisional seperti gobak sodor, egrang dan lain-lain,” ujar Thoni saat dihubungi Solopos.com pada Selasa (28/12/2021) .

Thoni berharap kegiatan yang diselenggarakan oleh Krida Remaja Glintang ini tak hanya berlangsung satu kali. Ia juga berharap agar anak-anak dapat mencintai permainan tradisional.

“Harapan saya kegiatan positif seperti ini dapat berlanjut. Jangan berhenti sampai di sini saja. Saya juga berharap anak-anak sekarang dapat mencintai permainan tradional,” tutur Thoni.

Baca Juga: Pedas Maksimal! Harga Cabai Rawit di Boyolali Tembus Rp90.000 per Kg 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode