top ear
Luhut Sebut Perusahaan Keuangan China Ingin Selamatkan BPJS Kesehatan
  • SOLOPOS.COM
    Luhut Pandjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menkes Nila Moeloek di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/4/2018). (Antara-Puspa Perwitasari)

Luhut Sebut Perusahaan Keuangan China Ingin Selamatkan BPJS Kesehatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kian menjadi sorotan akibat defisit yang kian besar. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada jasa keuangan asal China Ping An ingin menyelamatkan BPJS Kesehatan.
Diterbitkan Minggu, 25/08/2019 - 17:30 WIB
oleh Solopos.com/Newswire,
2 mnt baca -

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kian menjadi sorotan akibat defisit yang kian besar. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada jasa keuangan asal China Ping An ingin menyelamatkan BPJS Kesehatan.

Luhut menjelaskan, rencana penyelamatan ini berawal dari pertemuannya dengan salah satu pemimpin Ping An Insurance di salah satu acara saat kunjungannya ke China pada bulan lalu.

"Pada pembicaraan tersebut pihak Ping An menyampaikan beberapa saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai Rp 28,4 triliun," kata Luhut dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019), dilansir Suara.com.

Meski demikian Luhut menyebut belum ada satu pun kerja sama yang disepakati antara Ping An Insurance dan pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan.

Menurut Luhut, saat itu ia menyarankan agar pihak Ping An bertemu langsung dengan pimpinan lembaga BPJS Kesehatan untuk membicarakan apa saja yang bisa diterapkan atau ditingkatkan lagi untuk efisiensi atau bahkan memperkecil defisit. BPJS Kesehatan yang memiliki lebih dari 222 juta peserta belum juga lepas dari masalah macetnya pembayaran iuran.

Luhut hanya berharap pada perusahaan tersebut bersedia berbagi pengalaman mereka yang telah sukses mengelola asuransi kesehatan bagi peserta yang jumlahnya lebih banyak dari peserta BPJS.

Menko Luhut pun sangat memahami benar bahwa BPJS ini tidak masuk dalam lingkup bidang kerjanya. Tetapi dari pertemuan itu, katanya, sebagai warga negara Indonesia berharap Ping An bisa memberi masukan atau sumbang saran.

Grup Ping An mengelola jasa keuangan pada tiga divisi yaitu asuransi, investasi dan perbankan dengan aset mencapai US$1,3 triliun. Divisi asuransinya, Ping An Insurance, adalah perusahaan asuransi terbesar di China dengan kapitalisasi pasar sebesar US$230 miliar.


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :


berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini