[ X ] CLOSE

Luhut Sebut Kasus Harian Covid-19 Tembus 50.000, Epidemiolog: Seharusnya Sudah 100.000 Lebih

Epidemiolog menyebut seharusnya kasus harian Covid-19 di Indonesia sudah tembus lebih dari 100.000 jika testing dilakukan secara masif.
Luhut Sebut Kasus Harian Covid-19 Tembus 50.000, Epidemiolog: Seharusnya Sudah 100.000 Lebih
SOLOPOS.COM - Menko Maritim dan Invetasi, Luhut Binsar panjaitan. (youtube)

Solopos.com, JAKARTA — Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut kasus harian Covid-19 di Indonesia sudah tembus 50.000. Padahal, menurut epdiemiolog Gritffith University Australia, Dicky Budiman, seharusnya kasus harian Covid-19 di Tanah Air sudah tembus lebih ari 100.000.

“Sekarang itu (seharusnya) sudah lebih dari 100.000 kasus. Jadi kalau 100.000 ditemukan, enggak usah kaget juga. Apalagi hanya 50.000. Apalagi test positivity rate kita jauh di atas 10 persen,” kata Dicky, Rabu (14/7/2021).

Dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, menurut Dicky, seharusnya kapasitas testing minimal adalah 500.000 per hari. Hal ini sejalan dengan wacana Kementerian Kesehatan yang menargetkan peningkatan testing hingga di angka 400.000. Pada Selasa (13/7/2021), testing baru mencapai 240.000. Dengan jumlah testing tersebut, tercatat ada penambahan kasus sebanyak 54.000 lebih.

Baca Juga: Buruan Daftar! Sleman Sediakan 913 Lowongan CPNS/PPPK, Pendaftar Baru 386 Orang

Sementara itu, Menko Luhut dalam konferensi pers di kanal Youtube Kemenko Marinvest, Kamis (15/7/2021), menyebut situasi pandemi masih terkendali meski lonjakan kasus harian diklaim tembus 50.000. Pemerintah, lanjutnya, sudah meminta bantuan internasional untuk mengatasi kondisi ini.

“Kami kami sudah menerima bantuan internasional jadi jangan Anda bilang kita.. Kita kita sudah semua sudah, semua tentu sudah kita lakukan, bertahap, bertingkat dan berlanjut,” kata Luhut.

“Jadi bukan tidak minta bantu, kita minta bantu tapi tentu bantu-bantu yang menurut kita yang kita tidak bisa tangani,” imbuh dia.

Emoh Terima Dana

Bantuan itu, kata Luhut, datang dari Jepang, Singapura, China, Uni Emirat Arab (UEA) hingga Australia. Dia memaparkan, bantuan itu berupa vaksin Covid-19 hingga oksigen. Ia menegaskan pemerintah tidak mau menerima bantuan uang. Namun barang yang dibutuhkan.

Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin 8 Obat Covid-19 Ini, Harganya Mulai dari Rp7.500/Tablet hingga Jutaan

“Ini anda lihat negara-negara yang sudah kita hubungi dan mereka sudah jalan. Dari Singapura dari United Emirat Arab juga dari Tiongkok, juga dari Australia juga dan lokal produk kita sendiri pun sudah ada membuat ventilator,” tuturnya.

“Termasuk oksigen konsentrator teman-teman yang di Jogja itu sudah buat kita dorong juga kita manfaatkan juga untuk membangun industri dalam negeri,” lanjut Luhut.

Dia melanjutkan, pemerintah juga telah menerima sumbangan atau donasi dari pihak swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. Luhut menegaskan, sumbangan yang datang berbentuk barang.

“Mereka sangat, sangat banyak yang datang, dan tidak banyak yang berkomentar. Saya ulangi, tidak banyak berkomentar. Mereka memberikan sumbangan, ada yang kita minta, ada yang tidak kita minta dan semuanya memberikan sumbangan barang. Kami tidak menerima sumbangan dana uang. Dan saya beritahu mereka kalau anda mau nyumbang ini listnya silakan sumbang dan itu ada yang datang dari luar negeri, ada yang datang dari dalam negeri semua bahu-membahu,” tutur dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago