Lubang Bekas Galian Proyek Masaran Sragen Picu Kecelakaan, 1 Keluarga Terperosok Hingga Luka-Luka
Solopos.com|soloraya

Lubang Bekas Galian Proyek Masaran Sragen Picu Kecelakaan, 1 Keluarga Terperosok Hingga Luka-Luka

Satu keluarga terdiri atas ayah, ibu, dan anak balita alami kecelakaan akibat terperosok lubang bekas galian proyek di Masaran, Sragen.

Solopos.com, SRAGEN -- Satu keluarga terdiri atas ayah, ibu, dan seorang anak bawah lima tahun (balita) mengalami kecelakaan akibat terperosok lubang bekas galian proyek pelebaran jalan Masaran-Sragen di tikungan rest area Krikilan, Masaran, Sragen, Jumat (11/6/2021).

Akibatnya, ketiga orang sekeluarga asal Sukoharjo yang mengendarai sepeda motor itu mengalami luka-luka. San ayah bahkan sampai pingsan di lokasi sedangkan ibu dan anaknya mengalami luka di kepala.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, lubang bekas galian proyek itu memang sering memakan korban pengguna jalan. Warga setempat meminta pelaksana proyek pelebaran Jalan Masaran-Sragen supaya menimbun lubang itu atau memberi rambu lampu flash sebagai peringatan bagi pengguna jalan saat malam hari.

Baca Juga: Dalam Sehari 146 Warga Sragen Terkonfirmasi Positif Covid-19, Empat Orang Meninggal

Seorang Sukarelawan Escoting Ambulance Sragen (EAS), Putut, 40, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (13/6/2021), menyampaikan lubang bekas galian proyek di Masaran itu sering memicu kecelakaan.

Ia mengatakan kasus terakhir menimpa satu keluarga dari Sukoharjo. Putut mengatakan satu keluarga itu habis mengunjungi saudara di wilayah Kecamatan Sidoharjo dan pulang ke Sukoharjo malam hari.

Tidak Ada Rambu Peringatan

“Waktu lewat jalan itu kalau dari timur jalan bagus. Pas tikungan itu kalau malam tidak kelihatan karena tidak ada rambu lampu flash. Keluarga itu mengendarai motor dan tiba-tiba terjatuh di kubangan itu. Bapaknya sampai pingsan dan yang parah ibu anak balitanya yang luka bagian kepala. Mereka sempat dibawa warga ke RS PKU Muhammadiyah Masaran hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo,” ujar Putut.

Baca Juga: Kunjungi Ruang Isolasi, Ganjar Ajak Guyon Pasien Positif Covid-19

Putut menerangkan lubang bekas galian proyek yang memicu kecelakaan di Masaran, Sragen, itu hanya diberi tanda tiang tolo-tolo kemudian diberi garis plastik warna hitam dan kuning.

Saat malam hari, rambu garis itu tidak terlihat oleh pengguna jalan dari arah timur (Sragen). Putut menjelaskan warga sekitar bisa mengetahui karena sering lewat tetapi warga luar Sragen yang tidak hafal jalan bisa mudah terperosok.

“Tahunya jalannya halus tahu-tahu terperosok masuk lubang. Dalamnya sekitar 50 cm. Banyak warga yang menyaksikan kejadian itu. Warga sudah komplain ke pelaksana proyek tetapi tidak direspons untuk rambu lampu flash itu. Kami berharap tidak muncul korban lagi,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago