Lokasi Kecelakaan Maut Boyolali Disebut "Titik Lelah", Dekat Exit Tol Colomadu

Lokasi kecelakaan maut di Boyolali, Kamis (24/11/2022), merupakan titik lelah menjelang exit tol Colomadu.
SHARE
Lokasi Kecelakaan Maut Boyolali Disebut "Titik Lelah", Dekat Exit Tol Colomadu
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Dok Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI – Lokasi kecelakaan maut di Tol Boyolali KM490A pada Kamis (24/11/2022) yang menyebabkan tiga orang meninggal ternyata berjarak dua kilometer jelang Exit Tol Colomadu.

Nahas, sebelum keluar dari Exit Tol Colomadu, kendaraan yang ditumpangi harus mengalami kecelakaan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Manajer Operation and Maintenance PT TMJ atau Trans Marga Jateng yang juga pengelola Jalan Tol Semarang – Solo, Fatahillah, mengungkapkan lokasi kejadian juga berjarak tiga kilometer dari rest area 487A Boyolali.

“Jaraknya sekitar 1,5 kilometer – 2 kilometer, paling sekitar lima menit sampai di gerbang Tol Colomadu,” ujarnya kepada Solopos.com, Kamis sore.

Ia juga mengatakan sebenarnya sekitar 400 meter menjelang Rest Area 487A juga telah dipasang marka rumble strip yang bertujuan mengurangi kecepatan.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

Tak hanya itu, ia menjelaskan PT TMJ memasang beberapa speed reducer, rumble strip, marka kejut, paku marka, dan lampu strobo di lokasi yang di sekitar Interchange Boyolali KM484 atau  dianggap rawan kecelakaan.

Selain itu, TMJ juga telah memasang papan imbauan terkait batas kecepatan, ada juga kamera speed ETLE, dan imbauan di Variable Message Sign (VMS) agar pengemudi mematuhi batas kecepatan.

“Untuk batas kecepatan tol itu 80 kilometer per jam. Namun, dari KM479 – KM490 itu kelihatan datar tapi sebenarnya menurun. Kemiringan hanya berapa derajat, elevasinya kecil dan pengemudi mobil yang tidak antisipasi kadang tidak menyadari. Makanya kami tambahai rumble strip sekitar itu,” ujarnya.

Fatah menyebutkan lokasi kejadian bisa disebut sebagai titik lelah. Ia menjelaskan perjalanan dari Jakarta sampai di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) idealnya berlangsung enam jam dengan satu jam istirahat.

“Kalau rata-rata mereka berangkat dari sana jam 9 – 10 malam [pukul 21.00 – 22.00 WIB], sampai sini sekitar jam 3 – 4 pagi [pukul 03.00 WIB – 04.00 WIB] memang rawan ngantuk, itu titik-titik lelah. Apalagi pas matahari keluar, belum cuci muka dan habis subuh itu kan,” ujarnya.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

Ia juga menilai seringkali kecelakaan terjadi karena kecepatan di atas rata-rata. Lalu, biasanya pengemudi memaksakan karena sebentar lagi sampai di tujuan ditambah dengan kontur jalan yang sedikit menurun membuat pengendara kurang antisipasi.

Sementara itu, Polres Boyolali mencatat rentang waktu Januari – Agustus 2022 ada 11 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang Tol Boyolali. Dalam 11 kecelakaan tersebut, 20 orang meninggal dunia.

“Angka kejadian laka lantas di ruas jalan tol tersebut, data terakhir sampai Agustus 2022, saya minta didatakan, itu sekitar 11 kejadian laka lantas dengan jumlah korban jiwa kalau tidak salah sekitar 20 orang meninggal dunia,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin, kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Kamis (24/11/2022).

Ia menyatakan ruas jalan tol di wilayah Boyolali memiliki kerawanan yang cukup tinggi. Asep sendiri mengatakan Boyolali memiliki ruas jalan tol baik di jalur A atau B, dimulai dari KM471 – KM505 atau sekitar 35 kilometer.

Sementara, terkait korban laka lantas di Tol Boyolali KM490 A yang melibatkan mobil Toyota Alphard berpelat nomor AD-374-Z dengan truk Hino Traktor Head berpelat nomor H-1913-AR, Asep menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.15 WIB dan laporan diterima Polres Boyolali pada pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

“Untuk penyebab kejadiannya, tadi olah TKP [Tempat Kejadian Perkara] oleh tim TAA [Traffic Accident Analysis] dari Polda. Tapi memang ada dugaan sopir mengantuk,” jelasnya.

Terkait akankah sopir akan dipidana terkait kelalaiannya, Asep mengatakan masih akan diselidiki dan akan terus mendalami keterangan saksi-saki.

Ia juga menginformasikan bahwa speedometer Toyota Alphard berhenti di angka 140 kilometer per jam. Asep menyebutkan pengemudi Alphard mengendarai mobil melebihi batas kecepatan tol sekitar 80 km/jam atau 100km/jam.

Asep pun mengimbau bagi para pengemudi yang merasa lelah untuk tidak memaksakan diri lanjut perjalanan.

“Kalau memang waktunya istirahat, bisa mencari rest area terdekat. Jangan lupa perhatikan kelayakan jalan dari kendaraan, kondisi fisiknya sendiri, dan mematuhi batas kecepatan yang ada di jalan tol,” jelasnya.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Dalmadi, menyebutkan tiga orang yang merupakan penumpang Toyota Alphard meninggal dunia dan dua orang luka ringan. Sedangkan untuk pengemudi truk dalam keadaan selamat.

Ia menginformasikan Pengemudi Toyota Alphard, Jefri Fajar Rifai, 42, beralamat Dukuh Krenekan, Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, mengalami luka ringan pada dahi dan dalam kondisi sadar. Saat ini dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali.

Kemudian penumpang mobil atas nama Febrian Arif Nur Afan, 27, beralamat Dukuh Damaran, Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten mengalami luka ringan pada bahu kanan dan tumit kanan.

Lalu, penumpang yang meninggal antara lain Mega Puspita, 35 tahun, perempuan yang beralamat Dukuh Bakalan, Desa Ceper, Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Mega meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.

Kemudian Eka Lestari, 24, perempuan yang beralamat di Desa Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

Selanjutnya, daftar penumpang yang meninggal adalah Ivan Leandie P [sebelumnya ditulis Ifan], 24, dengan luka di bagian kepala.

Sedangkan, pengemudi truk, Gunawan, 47, beralamat di Kampung Cilosari Dalam, Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, dalam keadaan selamat.

“Kronologis kejadian, semula mobil Toyota Alphard Nopol [nomor polisi] AD-347-Z berjalan dari arah barat ke timur atau Semarang ke Solo. Sesampai di TKP [Tempat Kejadian Perkara] menabrak truk Hino Nopol H-1913-R yang berjalan searah di depannya di lajur 1, kemudian oleng ke kanan menabrak median jalan,” jelas Dalmadi.




Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode