Lockdown SMAN Kebakkramat Karanganyar Dibuka, Tapi Siswa Belum Boleh ke Sekolah
Solopos.com|soloraya

Lockdown SMAN Kebakkramat Karanganyar Dibuka, Tapi Siswa Belum Boleh ke Sekolah

SMAN Kebakkramat Karanganyar membuka lockdown mulai Selasa (20/4/2021) mendatang, namun para siswa belum boleh datang ke sekolah.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Lockdown SMAN Kebakkramat Karanganyar yang berlangsung selama 10 hari karena ada kasus Covid-19 akhirnya dibuka.

Sekolah akan mulai membuka aktivitas pada Selasa (20/4/2021). Sebelumnya, sekolah tersebut terpaksa menutup seluruh kegiatan di sekolah selama sepuluh hari hingga Senin (19/4/2021). Hal itu menyusul adanya karyawan yang positif Covid-19.

Kepala SMAN Kebakkramat, Bambang Sugeng Maladi, menyampaikan ada delapan anggota staf dan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus berawal dari satu orang pegawai staf yang terkonfirmasi positif.

Baca Juga: 8 Pegawai SMAN Kebakkramat Karanganyar Positif Covid-19, Sekolah Lockdown

Petugas puskesmas setempat melakukan penelusuran dan menemukan tujuh orang lainnya positif Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) menindaklanjuti kasus itu dengan menutup sementara SMAN Kebakkramat, Karanganyar, selama sepuluh hari.

"Dari lingkungan sekolah hanya delapan orang itu. Mereka menjalani isolasi mandiri. Sekolah juga ditutup sementara selama sepuluh hari hingga Senin. Selasa, kami mulai aktivitas di sekolah. Acuannya aturan dari Provinsi Jateng," ujar Bambang saat dihubungi Solopos.com, Minggu (18/4/2021).

Acuan yang ia maksud berkaitan dengan jumlah staf, karyawan, dan guru yang masuk atau bekerja di kantor. Apabila mengacu aturan Provinsi Jateng, lanjut Bambang, hanya 75% dari total pegawai yang masuk kerja.

Baca Juga: Covid-19 SMA N Kebakkramat: 18 Orang Kontak Erat Dites Swab

"Pegawai kami total 80 orang. Jadi 75%-nya masuk pada Selasa. Sisanya work from home," tuturnya.

Tak Mau Kecolongan

Bambang mengaku akan lebih waspada terhadap potensi persebaran Covid-19 di lingkungan SMAN Kebakkramat, Karanganyar. Ia tak mau kecolongan sehingga muncul kasus terkonfirmasi Covid-19 di lingkungan sekolahnya.

"Standar protokol kesehatan kami perketat. Penularan Covid-19 kan lewat percikan ludah. Jadi kami akan rutin mengingatkan para anggota staf, karyawan, dan guru untuk taat prokes terutama masker. Diingatkan langsung maupun lewat Whatsapp," tuturnya.

Baca Juga: Uji Coba PTM 5 Sekolah Karanganyar Disetop Mulai Senin Depan, Kenapa?

Selain itu, Bambang menambahkan penyemprotan disinfektan juga dilakukan setiap hari. Sebelumnya hanya setiap Jumat. Ia juga melarang anggota staf, karyawan, guru SMAN Kebakkramat, Karanganyar, bepergian ke luar kota apabila tidak karena hal penting.

Selain memperketat penerapan prokes terhadap para staf, karyawan, dan guru, Bambang juga melarang segala aktivitas di sekolah yang melibatkan siswa. Ia mencontohkan pengurusan administrasi siswa kelas XII, latihan untuk persiapan lomba-lomba, dan lain-lain.

"Tidak boleh guru mengundang siswa ke sekolah. Jangan ada siswa masuk ke area sekolah dulu. Kontrol ketat aktivitas di sekolah."

Baca Juga: Klaster Covid-19 SMAN 1 Kebakkramat: 17 Orang Positif

Sebagai informasi, persebaran kasus positif Covid-19 di SMAN Kebakkramat, Karanganyar, tidak terjadi karena pembelajaran tatap muka (PTM). Kabupaten Karanganyar belum menerapkan PTM secara menyeluruh.

Hanya ada lima sekolah yang menyelenggarakan uji coba PTM, yakni SMP N 1 Karanganyar, MTs N 2 Karanganyar, MAN 1 Karanganyar, SMA N 1 Karanganyar, dan SMK N 1 Karanganyar. Saat ini, uji coba PTM masih menunggu hasil evaluasi dari Provinsi Jateng.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago