Lintasi Rel Tanpa Palang di Grobogan, Pria Kudus Dilanggar KA Jayabaya
Solopos.com|jateng

Lintasi Rel Tanpa Palang di Grobogan, Pria Kudus Dilanggar KA Jayabaya

Perlintasan tanpa palang kembali memakan korban kecelakaan di perlintasan rel tanpa palang di Grobogan, Jawa Tengah.

Solopos.com, PURWODADI Perlintasan kereta api sebidang jalan tanpa palang kembali memakan korban. Seorang pria Kudus terlanggar KA Jayabaya saat melintasi rel tanpa palang di Grobogan, Jawa Tengah.

Korban itu adalah seorang pengendara sepeda motor asal Kudus yang tertabrak KA Jayabaya di perlintasan sebidang antara Stasiun Gubuk dengan Stasiun Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jateng, Kamis (15/4/2021) petang.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com—grup Solopos.com—dari Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang, Krisbiyantoro, kecelakaan yang menewaskan pengendara motor asal Kudus itu terjadi sekitar pukul 18.09 WIB.

Baca Juga: Turn Back Hoax: Vaksinasi Dilayani Drive Thru?

“Korban meninggal dunia atas nama Suparman, 32, warga Tergo Karman RT 003/RW 001, Kelurahan Terjo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus,” ujar pria yang karib disapa Kris itu, Kamis (15/4/2021).

Surabaya-Jakarta

Kris tidak menjelaskan secara pasti kronologi kecelakaan antara pengendara sepeda motor dengan KA Jayabaya di rel tanpa palang di Grobogan itu.  Meski demikian, ia menyebut informasi kecelakaan itu berasal dari masinis KA Jayabaya yang tengah melakukan perjalanan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta.

“Masinis menginfokann ada sepeda motor yang tertemper [terserempet] KA Jayabaya di perlintasan KA yang tidak terjaga. Letak pastinya di Km 26+5 petak jalan Gubug-Tegowanu. Masuknya wilayah Grobogan,” ujar Kris.

Baca Juga: Jokowi-Prabowo Kompak di Nikah Atta-Aurel

Akibat kecelakaan itu, perjalanan KA Jayabaya relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen Jakarta pun mengalami keterlambatan sekitar 9 menit. Meski demikian, kecelakaan tidak menyebabkan kerusakan berarti pada KA Jayabaya.

Kris menambahkan kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak berpalang atau tidak dijaga memang kerap terjadi. Kecelakaan di rel tanpa palang di Grobogan itu, kilahnya, bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT KAI, melainkan pemerintah setempat yang bertanggung jawab untuk menutupnya.

“Karena pemerintah daerah tidak mengelola perlintasan di wilayahnya, maka KAI akan membantu menutup perlintasan yang tidak ada izin dari Ditjenka [Direktorat Jenderal Perkeretaapian],” tuturnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago