top ear
Wisatawan menikmati suasana Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Jateng, Senin (26/6/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
  • SOLOPOS.COM
    Wisatawan menikmati suasana Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Jateng, Senin (26/6/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Libur Panjang Akhir Pekan Nanti, Ingat! Masih Pandemi Covid-19

Ganjar mengimbau warga untuk tidak berbondong-bondong mudik pas libur panjang.
Diterbitkan Senin, 19/10/2020 - 22:00 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda S.
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG – Libur panjang akan terjadi pada akhir pekan nanti. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng pun mulai bersiap melakukan antisipasi. Baik lonjakan pemudik atau warga yang ingin berlibur ke wilayahnya saat kondisi Covid-19 masih berlangsung.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pun mengimbau warga untuk tidak berbondong-bondong mudik. Hal itu disampaikannya seusai memimpin rapat penanggulangan Covid-19 di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).

“Harapan saya tidak usah mudik saja. Kita tinggal di sana, di tempat masing-masing. Kemudian, bisa jaga kesehatan. Kalau mudik saya khawatir ramai di jalan berkerumun. Kalau boleh, saya sarankan untuk tidak mudik,” ujar Ganjar.

Antisipasi Banjir, BPBD Semarang Pasang 3 EWS di Sungai Beringin

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, Ganjar pun menilai perlu dilakukan penjagaan seperti saat Lebaran kemarin. Hal itu karena libur akhir pekan ini cukup panjang yakni mulai Kamis-Minggu (29 Oktober-1 November).

Ia mengimbau seluruh pihak perlu melakukan penjagaan dan menghidupkan kembali peran Jaga Tangga dan kampung tangguh. Selain itu, tempat-tempat wisata juga wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat menerima wisatawan.

“Maka protokolnya harus disiapkan betul-betul kalau tidak ya kita tutup. Maka nanti kita minta semacam patroli, agar mengontrol tempat-tempat wisata itu,” tegas Ganjar.

Beruang Serang Petugas Kebun Binatang di China, Terekam Pengunjung

Karimunjawa

Sementara itu, di sejumlah tempat wisata seperti Karimunjawa, Ganjar mengaku telah menyiagakan sejumlah sukarelawan. Total ada sekitar 20 sukarelawan di Desa Karimunjawa disiapkan untuk mencatat dan melakukan skrining terhadap wisatawan.

Anggota sukarelawan Covid-19 Desa Karimunjawa, Atik, mengatakan akan melakukan pendataan. Selain itu saat libu panjang ini, pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait bahaya Covid-19.

Strategi Pengelola Objek Wisata di Wonogiri Bertahan dari Pandemi, Beralih ke Usaha Kuliner

“Jika ada wisatawan yang datang, kita cek ada suratnya [rapid test] tidak. Kemudian menandatangani surat pernyataan, berapa hari libur di Karimunjawa, [agen] yang bawa siapa. Kita akan mengkoordinasikan kalau terjadi masalah, termasuk jika ada kaitannya dengan penularan virus,” terangnya.

 


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini