[x] close
top ear
Petugas tim gabungan di Kecamatan Colomadu memberikan hukuman kepada masyarakat yang terjaring operasi masker di Jl. AdiSucipto, Jumat (24/7/2020)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas tim gabungan di Kecamatan Colomadu memberikan hukuman kepada masyarakat yang terjaring operasi masker di Jl. AdiSucipto, Jumat (24/7/2020)

Lewat Colomadu Enggak Pakai Masker? Siap-Siap Hafalkan Pancasila, Push Up, hingga Squat Jump

Operasi pakai masker diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Diterbitkan Jumat, 24/07/2020 - 23:17 WIB
oleh Solopos.com/Sri Sumi Handayani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR--Masyarakat yang tidak pakai masker saat terjaring operasi yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Colomadu akan mendapat hukuman menghafalkan Pancasila, squat jump, hingga push up.

Pemerintah Kecamatan Colomadu menyelenggarakan operasi masker pada Jumat (24/7/2020) di Jl. Adisucipto, tepatnya depan kantor Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Sasaran operasi adalah pengendara yang melintas di jalan raya saat operasi.

Operasi melibatkan Pemerintah Kecamatan Colomadu, Koramil Colomadu, Polsek Colomadu, sukarelawan di Kecamatan Colomadu, Satpol PP Kecamatan Colomadu, dan lain-lain.

Sempat Bertemu Purnomo, Presiden Jokowi bakal Swab Lebih Cepat

Puluhan pengendara sepeda motor dan ontel terjaring operasi masker Jumat pagi. Operasi dimulai pukul 07.00 WIB. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Colomadu sekaligus Camat Colomadu, Eko Budi Hartoyo, memimpin langsung operasi. Petugas berjaga di depan kantor kecamatan mengamati pengguna jalan yang melaju dari barat ke timur.

"Yang tidak mengenakan masker langsung diarahkan masuk ke halaman kantor kecamatan. Begitu keluar rumah pakai masker. Ini melindungi panjenengan dan saya. Kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar, paling banyak di Colomadu," ujar dia saat menasihati salah satu pengendara sepeda motor yang terjaring operasi masker.

Pengendara sepeda ontel pun tidak luput dari operasi masker. Beberapa pengendara motor diminta melakukan hukuman fisik ringan, yakni push up dan squat jump. Ada pula yang mendapat hukuman menghafalkan Pancasila. Eko menuturkan operasi masker diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Covid-19 di Jateng Melonjak, Menkes Terawan Berkantor di Semarang

"Intinya edukasi. Kegiatan ini bukan sekadar operasi dan memberikan hukuman. Tetapi upaya kami mengingatkan masyarakat. Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Masyarakat harus memperketat protokol kesehatan," ungkap dia.

Hukuman fisik ringan diberikan dengan persetujuan masyarakat yang terjaring operasi masker. Apakah mereka bersedia mendapat hukuman dan akan lebih tertib melaksanakan protokol kesehatan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Colomadu berencana menggelar operasi serupa pada akhir pekan ini.

 

Alasan Lupa

Seorang pengendara sepeda ontel tidak hafal saat membacakan Pancasila. Urutan sila Pancasila tertukar. Masyarakat yang tidak mengenakan masker dan mengaku tidak membawa masker dipersilakan mengambil masker gratis.

Polda Jateng Terjunkan 15.295 Anggota Kawal Pilkada 2020

"Rata-rata yang terjading operasi masker ini beralasan lupa sehingga tidak mengenakan masker. Maka ini kami ingatkan."


Editor : Profile Haryono Wahyudiyanto
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini