top ear
Polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bocah meninggal  Padukuhan Kanoman 6, Kalurahan Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo. (harianjogja.com/Hafit Yudi Suprobo)
  • SOLOPOS.COM
    Polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bocah meninggal Padukuhan Kanoman 6, Kalurahan Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo. (harianjogja.com/Hafit Yudi Suprobo)

Lepas Pengawasan Ortu, Bocah 5 Tahun asal Kulonprogo Meninggal di Resapan Air

Seorang bocah berusia 5 tahun asal Kulonprogo ditemukan meninggal dunia di resapan air di belakang rumah.
Diterbitkan Rabu, 3/03/2021 - 14:33 WIB
oleh Solopos.com/Hafit Yudi Suprobo--Harianjogja.com
2 menit baca

Solopos.com, KULONPROGO -- Seorang bocah di Padukuhan Kanoman 6, Kalurahan Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, DIY mengalami nasib nahas. Ia ditemukan meninggal dunia di blumbang atau resapan air sedalam sekitar satu meter pada Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolsek Panjatan, AKP Dwi Harun K, mengatakan bocah yang bernasib tragis tersebut bernama TK Hernawan, 5, warga Kanoman 6, Kalurahan Kanoman.

"Benar, adanya laporan dari warga bahwa seorang bocah jatuh ke sebuah resapan air di belakang rumah korban di Padukuhan Kanoman 6, pada Selasa sekitar 15.30 WIB sore," ujar Dwi Harun, Rabu (3/3/2021).

Tragedi ini bermula saat korban bersama kedua orangtuanya tidur siang sekitar pukul 14.00 WIB siang. Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, orang tua korban bangun. Namun, sang anak sudah tidak ada di samping keduanya.

Baca juga: Legenda Roro Jonggrang & Misteri Umbul Pengging Boyolali

Orang tua korban kemudian mengajak tetangganya mencari keberadaan korban. Sesampainya di sebuah resapan air yang berada di belakang rumah, orang tua korban bersama tetangganya mendapatinya anaknya tenggelam di blumbang tersebut.

"Bersama dengan tetangganya, orang tua korban berusaha untuk mengangkat jasad sang anak ke permukaan. Saat diangkat, korban sudah tidak bernyawa. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Panjatan I, korban dinyatakan meninggal dunia. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban," kata Dwi Harun.

Keterbelakangan Mental

Adapun, orang tua korban mengatakan bahwa Hernawan memang mengidap keterbelakangan mental. Faktor hilangnya nyawa korban dikarenakan tenggelam dan tidak bisa menyelamatkan diri.

Baca juga: Jagal Satu Keluarga Di Baki Sukoharjo Minta Keringanan Hukuman Seumur Hidup

Kejadian nahas tersebut mendapatkan perhatian tersendiri dari Polres Kulonprogo. Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengimbau agar orang tua senantiasa mengawasi anaknya dengan cermat agar tidak kejadian serupa tidak terjadi kembali.

"Kami mengharapkan pengawasan oleh orang tua bisa ditingkatkan. Jika mau tidur, orang tua mungkin bisa bergantian untuk mengawasi anaknya," kata Jeffry.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya