top ear
Sampah di TPA Putri Cempo Solo. (Solopos/dok)
  • SOLOPOS.COM
    Sampah di TPA Putri Cempo Solo. (Solopos/dok)

Lelah Dihantui Ancaman Kebakaran, Warga Sekitar TPA Putri Cempo Solo Tagih Janji DLH

Warga sekitar TPA Putri Cempo Mojosongo, Jebres, Solo, berharap Dinas Lingkungan Hidup atau DLH segera membentuk Satgas Siaga Kebakaran.
Diterbitkan Sabtu, 8/08/2020 - 12:00 WIB
oleh Solopos.com/Wahyu Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Warga sekitar TPA Putri Cempo Mojosongo, Jebres, Solo, menagih janji Dinas Lingkungan Hidup atau DLH untuk membentuk Satgas Siaga Kebakaran.

Cuaca panas belakangan ini membuat sebagian warga sekitar TPA di RW 039 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, waswas kebakaran kembali terjadi. Warga berharap DLH Solo segera membentuk satuan tugas (satgas) siaga bencana kebakaran.

Ketua RW 039, Trimin, menjelaskan cuaca pada siang hari bisa mencapai 35 derajat Celcius akhir-akhir ini. Petugas sampah terus menumpuk sampah sehingga ketinggian pada sistem open dumping (terbuka) tersebut membuat warga khawatir.

Positif Covid-19 Kota Solo Tambah 7 Kasus Baru, Salah Satunya Remaja 15 Tahun

Dengan gunungan sampah di TPA Putri Cempo Solo yang terus bertambah, warga khawatir jika terjadi kebakaran, apinya akan sangat besar dan sulit dikendalikan.

“Para pemulung bekerja seperti biasa. Enggak nggagas [memperhatikan] ancaman kebakaran. Tapi sebagian warga khawatir karena cuaca semakin panas,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (7/8/2020).

Dia berharap DLH segera mewujudkan rencana pembentukan satgas siaga bencana yang pernah dibahas bersama warga satu bulan lalu untuk mengantisipasi kebakaran TPA Putri Cempo.

2 Acara Hajatan di Cepogo Boyolali Dibatalkan Setelah Didatangi Tim Gugus Tugas Covid-19

Menurut dia, satgas yang terdiri dari sejumlah pihak termasuk warga dan pemulung di TPA Putri Cempo Solo akan menumbuhkan kesadaran masing-masing anggota terhadap tugas siaga bencana kebakaran.

Sesak Napas

“Ini kan tugas sosial. Kalau sudah diberikan tugas akan bertanggung jawab. Minimal untuk memantau. Membahas anggaran untuk pelatihan atau menyiagakan satu armada pemadam kebakaran. Lebih baik tentukan anggota satgas dan siagakan APAR dulu saja,” paparnya.

Dia menjelaskan dampak kebakaran membuat warga mengalami sesak napas, armada kebakaran yang berlalu-lalang di tengah perkampungan juga sangat mengganggu. Pemulung juga tidak bisa memilah sampah secara maksimal hingga beberapa pekan.

Begini Sikap Ngeyel Warga Dan Pasien Covid-19 Yang Bikin Nakes di Solo Ngelus Dada

Ia mengatakan jika terjadi kebakaran di TPA Putri Cempo Solo, anggaran yang dibutuhkan untuk penanganannya lebih besar dibandingkan anggaran untuk antisipasi.

Menanggapi permintaan warga itu, Kepala DLH Solo, Gatot Sutanto, menjelaskan segera mematangkan satgas siaga bencana TPA Putri Cempo. Satgas bertugsa sebagai pemberi informasi dini kebakaran dan membantu pemadaman api.

Pantang Menyerah Untuk Pilkada Solo, Putri Woelan Cucu PB XII Giliran Temui Partai Golkar

Hal itu karena kebakaran TPA Putri Cempo merupakan kebakaran yang membutuhkan proses terlama penanganannya. “Memang lima hari terakhir ini bediding [perubahan suhu yang signifikan pada malam hari dingin dan siang hari panas]. Perlu segera untuk mematangkan Satgas,” katanya.

Menurut Gatot, DLH akan menggandeng Dinas Damkar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam pembentukan satgas itu. Satu unit armada pemadam kebakaran akan bersiaga di TPA Putri Cempo setelah para anggota Satgas melakukan pelatihan.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi hampir setiap musim kemarau di TPA Putri Cempo. Asap kebakaran sangat mengganggu warga di sekitarnya. Tak sedikit warga yang sakit sesak napas dan terpaksa mengungsi.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini