Layanan Lamban, RSUD Soewandhie dan RSUD BDH Surabaya Beri Kompensasi Rp50.000

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya telah mengevaluasi perbaikan pelayanan di RSUD Dr Soewandhie Surabaya pada Kamis (8/12/2022). Hasilnya kalau ada keterlambatan pelayanan maka pasien diberikan kompensasi Rp50.000.

Jumat, 9 Desember 2022 - 11:02 WIB Penulis: Newswire Editor: Ahmad Mufid Aryono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SURABAYA–RSUD Dr Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya siap menerapkan kebijakan pemberian kompensasi berupa uang ganti rugi senilai Rp50.000 kepada pasien untuk keterlambatan pelayanan sesuai durasi waktu yang ditentukan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi perbaikan pelayanan di RSUD Dr Soewandhie Surabaya pada Kamis (8/12/2022). Hasilnya kalau ada keterlambatan pelayanan maka pasien diberikan kompensasi Rp50.000.

“Kami juga meminta agar poster tulisan kompensasi Rp50.000 tidak hanya ditempel di dekat loket pelayanan, melainkan juga dapat ditambah di depan ruangan farmasi. Sehingga orang juga akan bisa mengontrol, sesuai tidak saya dengan menunggu waktu yang direncanakan,” ujar Cak Eri, panggilan akrab Eri Cahyadi, Jumat (9/12/2022).

Menurut dia, uang kompensasi yang diberikan kepada pasien Rp50.000 merupakan bentuk tanggung jawab manajemen rumah sakit.

Kompensasi diberikan sebagai ganti rugi manajemen apabila durasi pelayanan melebihi waktu yang ditentukan.

Baca Juga: Operasi Gangster di Surabaya, 12 Remaja Bawa Sajam Ditangkap

“Semoga ini menjadi koreksi bersama sehingga lebih cepat, lebih cepat, dan lebih cepat. Kalau saya lihat sudah tidak ada antrean karena ini mempercepat,” ujar dia.

Selain evaluasi terhadap durasi pelayanan, Cak Eri juga menginginkan adanya perbaikan dari sisi pendaftaran.

Sebab, kata dia, dari hasil tinjauannya hari ini, banyak di antara pasien yang datang secara onsite atau langsung dan tidak mendaftar dahulu melalui aplikasi e-health (daring).

“Kalau langsung datang saya minta juga ada nomor jamnya yang tercantum di sana. Sehingga kami tahu rencana masuk jam berapa. Saya maunya onsite juga ada jamnya, sehingga orang tahu tidak ada fitnah, dia (pasien) datang jam sekian,” kata dia.

Evaluasi selanjutnya terkait dengan perbaikan mekanisme bagi pasien yang mendaftar tiga bulan sebelumnya.

Baca Juga: Pelayanan Buruk, Wali Kota Eri Cahyadi Ngamuk di RSUD Dr. Soewandhi Surabaya

Meski warga bisa mendaftar tiga bulan sebelumnya untuk mendapatkan pelayanan di RSUD Dr Soewandhie, namun nomor pendaftaran mereka tertumpuk dengan pasien yang lebih baru mendaftar.

“Nah ini yang saya minta koreksi harus ada jamnya. Tapi Alhamdulillah tadi semuanya (pasien) yang kami tanya, bahkan mengucapkan terima kasih dengan rumah sakit Dr Soewandhie, karena jauh lebih cepat rata-rata satu jam sudah pulang termasuk obatnya. Inilah yang saya harapkan,” kata dia.

Meski begitu, Cak Eri juga mengharapkan supaya manajemen RSUD Dr Soewandhie dapat lebih meningkatkan kenyamanan ruang pelayanan.

Termasuk pula kenyamanan pasien atau keluarganya ketika berada di ruang tunggu.

“Saya berharap posisinya lebih nyaman lagi. Jadi nanti saya minta ruang tunggu dikasih televisi, termasuk ruang poli juga dikasih televisi,” ujar dia.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Hadiri Road to Hari Antikorupsi Sedunia 2022 di Surabaya 

Kecepatan pelayanan di RSUD Dr Soewandhie Surabaya rupanya mendapatkan apresiasi dan respons positif dari warga.

Salah satunya adalah Mufidah Pohan yang datang ke rumah sakit wilayah Surabaya timur untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Warga asal Pecindilan, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya itu mengakui, saat ini pelayanan di RSUD Dr Soewandhie lebih cepat dari sebelumnya.

“Saya kemarin (datang) pukul 09.00 WIB, pulang jam 10.00 WIB, cepat. Enak betul lega,” kata dia.

Selain RSUD Soewandhie, kebijakan pemberian kompensasi juga diterapkan di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) yang merupakan rumah sakit milik Pemkot Surabaya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jatim Polisi Gelar Perkara Terkait Unjuk Rasa Ricuh di Arema FC 34 menit yang lalu

HEADLINE jatim Sakit Hati, Motif Samanhudi Otaki Perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar 2 jam yang lalu

HEADLINE jatim Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi Gelar Workshop Susun Konten Kreatif 9 jam yang lalu

HEADLINE jatim Prakiraan Cuaca Madiun Senin: Hujan dari Pagi hingga Sore 15 jam yang lalu

HEADLINE jatim Unjuk Rasa di Kantor Arema FC Ricuh, Polisi Amankan 107 Orang 21 jam yang lalu

HEADLINE jatim Bangga! Festival Reog Ponorogo Masuk 10 Top KEN Kemenparekraf 1 hari yang lalu

HEADLINE jatim Aksi Unjuk Rasa Aremania Berujung Ricuh, 3 Orang Terluka & Kantor Arema FC Rusak 1 hari yang lalu

HEADLINE jatim Kronologi Bus Eka Tabrak Truk di Madiun, 1 Meninggal & 2 Orang Luka-Luka 1 hari yang lalu

HEADLINE jatim Guru SD di Trenggalek Diadukan 5 Siswa, Diduga Lakukan Pencabulan di Perpus 1 hari yang lalu

HEADLINE jatim Eks Wali Kota Tersangka Perampokan Rumah Dinas, Begini Reaksi Walkot Blitar 1 hari yang lalu

HEADLINE jatim Kades Tuntut Perpanjangan Masa Jabatan, Pakar Hukum Unair: Cermin Kerakusan 2 hari yang lalu

HEADLINE jatim Madiun Diprediksi Digiyur Hujan Petir pada Sabtu Ini 2 hari yang lalu

HEADLINE jatim Selain Telaga Ngebel, Berikut Ini Tempat Wisata Hits di Ponorogo 2 hari yang lalu

HEADLINE jatim Lapangan Gulun Segera Direhabilitasi, Wali Kota: Jadi Alun-Alun Ketiga Madiun 2 hari yang lalu

HEADLINE jatim Nyambi Jadi Pengedar Ganja & Sabu-Sabu, Buruh Bangunan di Madiun Dibekuk Polisi 3 hari yang lalu