Larangan Mudik Berakhir, Hampir 10.000 Pemudik Tiba di Wonogiri
Solopos.com|soloraya

Larangan Mudik Berakhir, Hampir 10.000 Pemudik Tiba di Wonogiri

Tercatat ada 9.817 pemudik masuk Wonogiri setelah terjadi larangan mudik, tepatnya pada pada 18-24 Mei 2021.

Solopos.com, WONOGIRI — Terjadi gelombang kedua arus mudik di Wonogiri melalui bus antarkota antarprovinsi atau AKAP setelah masa pelarangan pengoperasi transportasi mudik dan balik, 6-17 Mei 2021 selesai.

Berdasar data kedatangan di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri yang Solopos.com terima, Selasa (25/5/2021), tercatat ada 9.817 pemudik masuk Wonogiri pada 18-24 Mei 2021. Mereka mayoritas dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek.

Para pemudik tersebut diangkut 655 unit bus AKAP. Masih banyak perantau yang pulang kampung diduga karena saat ini banyak warga yang menggelar hajatan.

Pada 18 Mei 2021 tercatat ada 1.125 penumpang yang datang diangkut 81 unit bus AKAP. Sejak saat itu sampai 24 Mei penumpang dari luar Jawa Tengah yang masuk Wonogiri mencapai 1.300-an orang hingga 1.500-an orang/hari.

Baca juga: Sopir Ungkap Detik-Detik Truk Nabrak dan Lindas Pemotor Nyebrang Jalan Solo-Jogja di Ceper Klaten

Jumlah penumpang yang datang ke Wonogiri itu jauh lebih banyak dibanding pada masa pelarangan mudik. Pada masa itu penumpang yang datang rata-rata 50-an orang hingga 300-an orang/hari.

Pada sisi lain, pemudik yang masuk Wonogiri sejak sebelum masa pelarangan terpantau sudah banyak yang balik ke perantauan. Penumpang yang berangkat mulai naik signifikan pada 15 Mei 2021. Pada tanggal itu tercatat ada 993 orang berangkat ke luar Jawa Tengah diangkut 60 unit bus AKAP.

Sejak saat itu hingga 24 Mei 2021 tercatat ada 1.500-an orang sampai 2.900-an orang/hari yang berangkat. Selama 15-24 Mei 2021 total ada 21.090 penumpang yang berangkat diangkut 1.096 unit bus AKAP.

Baca juga: Hore! Semua Objek Wisata di Wonogiri Sudah Boleh Buka

Arus Mudik

Sebagai informasi, arus mudik melalui bus AKAP terjadi sejak April 2021. Penumpang bus AKAP terpantau semakin meningkat sejak 1-5 Mei atau sebelum masa pelarangan pengoperasian transportasi mudik-balik. Pada 1-5 Mei 2021 itu ada 2.000-an orang hingga 3.000 orang/hari yang masuk Wonogiri. Mereka diangkut seratusan bus/hari.

Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, saat ditemui Solopos.com di terminal, Selasa, menyampaikan berdasar data kedatangan bus AKAP, jumlah penumpang yang datang setelah masa pelarangan selesai naik dibanding selama masa pelarangan.

Baca juga: Pamong Desa Soka Klaten yang Diduga Korupsi Sudah 40 Hari Absen Ngantor

Musim Hajatan

Dia menyebut kemungkinan mereka mudik ke Wonogiri karena saat ini sedang musim orang menggelar hajatan. Pulang kampung saat ada tetangga, kerabat, atau keluarga yang menggelar hajatan sudah menjadi tradisi para perantau.

“Atau kemungkinan mereka ini yang belum bisa mudik pada momentum Lebaran lalu. Bisa jadi mereka memilih mudik setelah masa pelarangan pengoperasian transportasi mudik oleh pemerintah pusat selesai,” ulas Agus.

Dia melanjutkan, para penumpang yang berangkat ke luar Jawa Tengah merupakan perantau yang sebelumnya mudik ke Wonogiri pada momentum Lebaran lalu. Arus balik wajar terjadi seusai Lebaran.

Salah satu penumpang, Saju, warga Kabupaten Sukoharjo, mengatakan dia bersama keluarganya berangkat ke Jawa Barat. Dia akan kembali berdagang bakso. Dia mengaku berada di kampung halaman sejak cukup lama.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago