Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Larangan Ekspor Minyak Goreng, Stok Melimpah, Harga Belum Tentu Turun

Pasokan minyak goreng yang melimpah akibat larangan ekspor minyak goreng belum tentu membuat harga minyak goreng domestik turun
SHARE
Larangan Ekspor Minyak Goreng, Stok Melimpah, Harga Belum Tentu Turun
SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA–Kebijakan larangan ekspor bahan baku dan minyak goreng, dinilai belum tentu bisa meratakan harga minyak goreng di pasar domestik.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai keputusan pemerintah tersebut akan efektif lantaran urusan ekspor merupakan kewenangan pemerintah.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

“Pemerintah punya power dan kebijakan ini bisa efektif melarang ekspor [bahan baku minyak goreng],” kata Piter kepada Bisnis, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga: Ekspor Minyak Goreng Dilarang, Harga Turun?Begini Penjelasannya

Namun, dia tidak yakin bila tujuan pelarangan ekspor dapat membuat harga minyak goreng terjangkau. Apalagi, bahan baku minyak goreng dan minyak goreng bukanlah milik pemerintah, melainkan milik swasta.

Menurut Piter, pihak swasta akan menetapkan harga yang terbaik untuk mereka. “Kalau menurut mereka itu harganya sekian, ya mereka itu menjualnya segitu. Dan kalaupun pemerintah melarang seperti dulu dengan melakukan Harga Eceran Tertinggi [HET], yang terjadi adalah kelangkaan karena akan terjadi penyelewengan di pasar. Supply dalam negeri akan berlimpah iya, pemerintah berharap harganya turun, belum tentu,” ujarnya.

Dia mengatakan minyak goreng sebetulnya sudah tidak langka saat ini. Yang langka itu kata dia, adalah minyak goreng yang harganya dipaksa murah.

Baca Juga: Ekspor Minyak Goreng Dilarang, Gapki Akan Pantau di Lapangan

“Kalau [dijual dengan] harga murah, semua orang tidak mau menjualnya murah karena harganya memang lagi mahal [bahan bakunya],” ujarnya.

Mengenai dampak pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng terhadap ekonomi Indonesia, Piter menilai saat ini tidak begitu bermasalah. Ini lantaran kondisi ekspor Indonesia tengah berlimpah sehingga pemerintah berani menghentikan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng.

“Pasti akan ada dampak penurunannya terhadap ekspor. Tapi dampaknya ke keseluruhan ekspor tidak besar karena ekspor kita yang lain kan banyak ada nikel, batu bara, minyak bumi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara langsung menyatakan menyetop ekspor sawit mulai akhir April guna menekan harga di dalam negeri.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Pemerintah Stop Ekspor CPO, Pasokan Minyak Goreng Melimpah tapi Harga Belum Tentu Murah!



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode