Larangan Dicabut, 29 Perusahaan Telah Ekspor Batu Bara dengan 48 Kapal

Kementerian Perdagangan melaporkan 48 kapal bermuatan batu bara dari 29 perusahaan telah meninggalkan perairan Indonesia  untuk ekspor.
SHARE
Larangan Dicabut, 29 Perusahaan Telah Ekspor Batu Bara dengan 48 Kapal
SOLOPOS.COM - Aktivitas pengisian muatan batu bara di train loading station PT Bukit Asam Tbk. (PTBA). (Bisnis.com/Aprianto Cahyo Nugroho)

Solopos.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan melaporkan 48 kapal bermuatan batu bara dari 29 perusahaan telah meninggalkan perairan Indonesia  untuk ekspor setelah pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan ekspor komoditas tersebut sejak Rabu (12/1/2022).

“Sampai hari ini sudah dirilis 48 kapal, dengan total 29 perusahaan. Ini rekap sampai dengan tadi pagi,” kata Direktur Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam konferensi pers Trade Outlook 2022, seperti dilansir Bisnis.com, Selasa (18/1/2022).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan jumlah ekspor batu bara bisa meningkat, seiring dengan bertambahnya perusahaan yang mengantongi izin ekspor setelah memenuhi kewajiban pemenuhan pasokan domestik atau DMO.

Baca Juga: Tarik Ulur Ekspor Batu Bara

“Pada adasarnya ketika DMO sudah selesai, maka ekspor bisa dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Dan ini banyak perusahaan-perusahaan yang belum dan sudah dikerjakan mekanismenya,” katanya.

Batu bara sendiri menjadi komoditas ekspor dengan sumbangan terbesar sepanjang 2021. Berdasarkan catatan Kemendag, Lutfi mengatakan nilai ekspor batu bara menembus US$32,84 miliar atau tumbuh 90,3 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2020.

“Kalau kita lihat nomor satu pertama kalinya adalah batu bara, mencapai US$32,84 miliar, pertumbuhannya lebih dari 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu US$17,26 miliar pada 2020,” kata Lutfi.

Baca Juga: Kelebihan Kapasitas Batu Bara dan Utang Halangi Transisi Energi PLN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyebutkan pembukaan ekspor batu bara akan diprioritaskan kepada perusahaan tambang yang memenuhi 100 persen DMO.

Perusahaan tambang yang belum memenuhi kewajiban pasokan domestik diminta untuk memenuhi ketentuan terlebih dahulu sebelum diberikan izin ekspor.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago