top ear
Ilustrasi menstruasi. (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi menstruasi. (Freepik)

Larang Murid Izin Karena Menstruasi, Kepala Sekolah Picu Kemarahan Siswi & Ortu

Kepala sekolah di Inggris yang melarang siswinya izin dengan alasan menstruasi menuai kemarahan para siswi dan orang tua.
Diterbitkan Minggu, 29/11/2020 - 18:50 WIB
oleh Solopos.com/Ginanjar Saputra/Dewi Munjung Rahayu
2 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, LONDON — Jackie Watson, seorang kepala sekolah Oxford Spiers Academy di Cowley, Hillingdon, Inggris membuat marah siswi perempuan di sekolahnya. Ia mengirim e-mail untuk melarang para siswi mengambil izin tak masuk sekolah dengan alasan menstruasi.

Dia juga mengatakan belajar untuk menghadapi ketidaknyamanan haid adalah bagian dari menjadi seorang perempuan.

Dikutip dari Daily Star, Jumat (27/11/2020), e-mail itu dikirim ke semua murid kelas XII di sekolah tersebut setelah banyak siswi yang meminta izin atau pulang karena mengalami sakit saat haid.

Pesan e-mail disampaikan kepala sekolah ke semua murid untuk mengatasi ketidakhadiraan saat jam masuk sekolah. Selain itu, ia mengimbau dan memberitahu kepada seluruh murid agar tidak meninggalkan pelajaran di sekolah.

Prediksi Skor & Susunan Pemain Chelsea Lawan Tottenham Hotspur

Jackie juga menegaskan sekolah akan menyediakan obat penghilang nyeri dan kompres panas untuk membantu murid perempuan yang mengalami nyeri haid.

Namun, pesan e-mail tersebut mendapatkan tanggapan negatif dari beberapa orang tua dan siswa perempuan. Salah satu siswi menanggapi pesan tersebut bahwa kepala sekolah tidak memiliki empati terhadap murid perempuan.

"Kami memahami motif di balik e-mail tersebut, dan kami tidak ingin menggunakan menstruasi kami sebagai cara untuk mencegah pembelajaran kami, tapi kami merasa kurang adanya belas kasih atas yang dialami anak perempuan setiap bulan," kata salah satu murid perempuan.

Dia juga mengatakan semua perempuan ingin menemukan cara untuk mengatasi sakit saat haid. Namun terkadang, rasa sakit saat menstruasi itu terlalu berat untuk ditangani dan mereka harus izin tak masuk sekolah.

"Kadang-kadang, saya sangat pusing sampai pingsan atau muntah, dan merasa kondisi saya tidak cocok untuk pergi ke sekolah," katanya lagi.

Dikirim ke Laki-Laki

Selain itu, pesan e-mail itu juga memicu kemarahan semua murid perempuan karena kepala sekolah itu juga mengirim pesan itu kepada murid laki-laki.

Menurut mereka, mengirim e-mail ke semua murid laki-laki akan mendorong laki-laki untuk berpikir haid adalah hal yang biasa dan tidak perlu simpatik kepada perempuan.

Catat! Ibu Hamil di Klaten Wajib Swab Test Sebulan Sebelum Persalinan

Menanggapi kemarahan itu, Jakie menjelaskan akan selalu ada pengecualian untuk keadaan tertentu, tetapi semua murid perempuan bisa menjadikan ini sebagai pelajaran. Di mana, saat mereka berada di dunia kerja nanti, mereka tidak dapat mengambil izin dua hari hanya karena alasan menstruasi.

Namun, dia juga mengakui kesalahannya mengirim pesan kepada anak laki-laki. Dia memastikan sekolah akan mendukung kesehatan semua siswanya di sekolah.

"Saya mungkin seharusnya tidak melakukan itu dan mungkin itu agak bodoh bagi saya. Ada banyak waktu untuk mendukung siswa dengan masalah dan masalah kesehatan," katanya.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini