Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Lapas Purwodadi Gandeng Bapas Pati Untuk Asesmen Napi, Ini Tujuannya

Kepala Bapas Kelas II Pati, Nurseha menjelaskan asesmen kepada narapidana atau napi Lapas Purwodadi dilakukan oleh pejabat fungsional tertentu pembimbing kemasyarakatan.
SHARE
Lapas Purwodadi Gandeng Bapas Pati Untuk Asesmen Napi, Ini Tujuannya
SOLOPOS.COM - Kepala Bapas Kelas II Pati, Nurseha (berdiri kiri) dan Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi menyaksikan asesmen terhadap napi penghuni Lapas Purwodadi, Selasa (22/3/2022). (Solopos/Arif Fajar S)

Solopos.com, PURWODADI – Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Purwodadi bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan atau Bapas Kelas II Pati untuk melakukan asesmen narapidana atau napi yang berada di Lapas Purwodadi, Selasa (22/3/2022).

Adapun arti dari asesmen sesuai dengan KBBI, adalah kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya untuk memperoleh gambaran tentang kondisi individu dan lingkungannya sebagai bahan untuk memahami individu dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Jadi fokus dari lembaga pemasyarakatan atau Lapas adalah pembinaan napi atau warga binaan pemasyarakatan [WBP]. Guna menentukan langkah pembinaan individu yang sesuai kami meminta Bapas Pati untuk melakukan asesmen. Agar penilainnya lebih objektif,” jelas Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Soebiyakto, Selasa (22/3).

Baca juga: 8 Bandar Narkoba Dipindah Ke LP Super Maximum Security Nusakambangan

Kepala Bapas Kelas II Pati, Nurseha menjelaskan hasil asesmen yang akan dilakukan oleh pejabat fungsional tertentu pembimbing kemasyarakatan (PK) untuk pembinaan kepribadian para napi. Sehingga harapannya program pembinaan yang sedang dilaksanakan bisa berjalan dengan baik.

“Untuk pelaksanaan asesmen, nantinya melalui teknis wawancara, penggalian data, dan penelitian kemasyarakatan dari warga binaan pemasyarakatan tersebut. Bagaimana lingkungannya, orang tuanya seperti apa, kondisi perekonomiannya,” ujar Nurseha.

Jadi peruntukannya, sambung Nurseha, untuk pembinaan juga menentukan resiko keamanan seperti apa. Hal ini mengingat warga binaan memiliki karakteristik dan temparemen tertentu. Ini yang nanti akan dilihat oleh pembimbing kemasyarakatan.

Baca juga: Kepala Lapas Purwodadi Diganti, Pejabat Lama Pindah Larantuka

“Nantinya pembimbing kemasyarakatan melalui asesmen tersebut akan menilai kepribadian warga binaan. Dari penilaian tersebut kami [Bapas Pati] akan merekomendasi pembinaan yang tepat untuk warga binaan di Lapas Purwodadi,” tambah Nurseha.

Sementara Kasi Binadik Lapas Purwodadi, Mustofa mengatakan kegiatan asesmen tersebut seiring dengan perubahan status dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purwodadi menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi.

“Jadi ini penelitian keemasyarakatan [Litmas] awal. Ada 38 Napi. Nantinya napi tersebut masuk kategori apa, maximum security, medium security dan minimum security. Jika termasuk napi high risk [beresiko tinggi] maka akan dipindah ke lapas maximum security. Lapas Purwodadi sendiri masuk medium security,” ujar Mustofa.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode