[x] close
top ear
Lapak pedagang oprokan di lantai II Pasar Nusukan Solo bagian belakang ambruk diamuk puting beliung, Senin (13/7/2020) siang. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Lapak pedagang oprokan di lantai II Pasar Nusukan Solo bagian belakang ambruk diamuk puting beliung, Senin (13/7/2020) siang. (Istimewa)

Lapak Disapu Puting Beliung, Pedagang Oprokan Pasar Nusukan Solo Nekat Berjualan

Lapak beratapkan seng yang ambruk sudah dibersihkan, sedangkan kerangka lapak disingkirkan agar tak mengganggu.
Diterbitkan Selasa, 14/07/2020 - 15:54 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Puting beliung menyapu lapak pedagang oprokan di lantai II Pasar Nusukan Solo bagian belakang, Senin (13/7/2020) siang, hingga atapnya ambruk berantakan.

Namun demikian pada Selasa (14/7/2020), para pedagang oprokan di Pasar Nusukan Solo itu tetap berjualan kendati tidak ada atap yang melindungi mereka dari embun pagi dan terik matahari.

Pengunjung Nekat Berkerumun, Taman Jaya Wijaya Solo Terancam Ditutup!

Salah seorang pedagang di Pasar Nusukan Solo, Saminem, menuturkan saat puting beliung menerpa Senin siang sekitar pukul 12.30 WIB, para pedagang sudah pulang.

"Kemarin teman-teman sudah pada pulang, jadi ya tidak ada yang luka,” tutur Saminem yang berdagang bandeng saat diwawancara solopos.com, Selasa (14/7/2020) siang.

pasar nusukan solo puting beliung
Kondisi lapak pedagang oprokan di lantai II Pasar Nusukan Solo, Selasa (14/7/2020), setelah sehari sebelumnya diamuk puting beliung. (Solopos-Kurniawan)

Menurut Saminem, ada 75 an pedagang yang selama ini berjualan sayur, bandeng, dan dagangan lain di lapak tersebut.

Para pedagang itu berjualan di Pasar Nusukan mulai dini hari hingga pagi hari.

“Jadi kalau siang ya sudah pulang semua,” imbuh dia.

Pasar Harjodaksino Ditutup Sepekan, Terus 1.400-an Pedagang Ngapain?

Penuturan senada disampaikan Indri, pedagang bandeng yang biasa berjualan di lapak di lantai II pasar tersebut.

Menurut dia lapak beratapkan seng yang ambruk sudah dibersihkan, sedangkan kerangka lapak disingkirkan agar tak mengganggu.

Indri menambahkan para pedagang pun tetap berjualan di Pasar Nusukan Solo kendati tidak ada atap lapak yang melindungi mereka dari embun pagi dan terik matahari.

“Kami tetap berjualan. Sudah dilaporkan ke Pak Lurah pasar, tinggal menunggu perbaikan,” kata dia.

Terangkat ke Atas

Menurut Saminem dan Indri, angin puting beliung yang menerjang lapak tempat mereka berjualan tidak seberapa lama.

Tapi dampaknya mampu membuat atap lapak di lantai II pasar yang disangga beberapa besi itu terangkat ke atas.

Kasus Covid-19 Melonjak, Begini Kata Rudy Soal Pilkada Solo 2020

Mereka berharap atap lapak yang rusak bisa segera diperbaiki sehingga pedagang bisa berjualan dengan nyaman. Untuk sementara waktu para pedagang menggunakan peneduh payung berukuran besar saat berjualan.

Pantauan solopos.com, puting beliung hanya merusak atap lapak para pedagang oprokan di Pasar Nusukan.

Tidak terlihat adanya kerusakan atap rumah penduduk yang berada cukup dekat dengan lokasi salah satu pasar di Solo bagian utara itu.


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini