top ear
Petugas Satlantas Pos Kartasura bersama sukarelawan memperbaiki penutup saluran drainase underpass Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, yang rusak lagi meski baru sehari diperbaiki, Jumat (5/2/2021). (Solopos/Indah Septiyaning W)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas Satlantas Pos Kartasura bersama sukarelawan memperbaiki penutup saluran drainase underpass Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, yang rusak lagi meski baru sehari diperbaiki, Jumat (5/2/2021). (Solopos/Indah Septiyaning W)

Langganan Banjir Sejak Pertama Dipakai, DPR Nilai Underpass Makamhaji Ora Mutu

Proyek Underpass Makamhaji di Sukoharjo, Jawa Tengah, dinilai tidak bermutu karena langganan banjir sejak pertama dipakai.
Diterbitkan Senin, 1/03/2021 - 14:25 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO – Underpass Makamhaji, di Sukoharjo, Jawa Tengah, dinilai tidak bermutu karena memiliki sejumlah masalah, salah satunya banjit. Anggota Komisi V DPR RI Mohammad Toha pada 29 April 2015 menyebut pembangunan underpass itu sudah bermasalah sejak perencanaan.

Pernyataan itu disampaikan melihat kondisi underpass yang sering kebanjiran saat musim hujan dan menuai protes dari masyarakat setempat. Mohammad Toha bahkan menyebut bangunan senilai Rp27 miliar itu tidak bermutu karena tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

Dia menyampaikan hal tersebut saat Tim Kunjungan Kerja Komisi V dipimpin Yudi Widiana Adia meninjau Underpass Makamhaji di Jalan Slamet Riyadi, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (29/4/2015).

Baca juga: Sering Rusak dan Banjir, Underpass Makamhaji Proyek Gagal?

Ora Mutu

Dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (1/3/2021), Peninjauan ini merupakan agenda tambahan Komisi V DPR dalam Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Tengah.

Toha menyebut pihak kontraktor (PT Dian Previta) dan Dirjen Perkeretaapian harus bertanggungjawab terkait proyek yang dinilai tidak bermutu itu. Dia juga menyatakan bukan tidak mungkin Underpass Makamhaji akan dibangun ulang. Namun demikian, masih perlu menunggu kajian informasi-informasi dari Dirjen dan kontraktornya.

Baca juga: Makan Korban di Sragen, Pengobatan Sangkal Putung Bisa Digugat?

Dikelola Kemenhub

Selama ini Pemerintah Kabupaten Sukoharjo selalu menjadi sasaran protes bahkan bulan-bulanan warga terkait kondisi underpass tersebut. Padahal sejak dioperasikan 15 April 2013, operasional underpass dikelola oleh Kementerian Perhubungan, bukan Pemkab Sukoharjo.

Kemenhub belum menyerahkan pengelolaan underpass ke Pemkab Sukoharjo. Setiap kali ada kerusakan atau banjir di Underpass Makamhaji, Pemkab Sukoharjo sudah melapor ke pihak Kemenhub. Bahkan tak jarang pula Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Perhubungan memperbaiki sendiri kerusakan Underpass Makamhaji karena sudah darurat dan membahayakan pengendara.

Baca juga: Kuliner Wonogiri: 5 Camilan Tradisional Laziz Khas Kota Gaplek

Banjir di Underpass Makamhaji sebenarnya sudah terjadi sejak dioperasionalkan. Bahkan pada 20 Mei 2013, underpass itu kebanjiran setelah dua jam diguyur hujan yang memunculkan genangan air setinggi 30 cm.

Kala itu pelaksana proyek underpass dari PT Dian Previta, Sapto Prabowo, mengatakan genangan yang terjadi tidak memberi efek bagi lalu lintas kendaraan yang melintas. Menurutnya, kondisi itu bisa ditangai karena pompa air telah diaktifkan.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya