Lampu PJU Karanganyar Akan Dimatikan, Malam Tahun Baru di Rumah Saja...

Pemkab Karanganyar akan mematikan lampu PJU di Alun-Alun Karanganyar dan ruang publik lain yang rawan menjadi tempat berkerumun saat malam tahun baru.
SHARE
Lampu PJU Karanganyar Akan Dimatikan, Malam Tahun Baru di Rumah Saja...
SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Solopos/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan mematikan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar dan ruang publik lain yang rawan menjadi tempat berkerumun saat malam tahun baru.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan itu saat melaksanakan dialog interaktif di Radio Rebuplik Indonesia (RRI) Solo dengan topik Penutupan Ruang Publik Malam Tahun Baru, Kamis (30/12/2021). Selain Bupati Karanganyar, turut hadir Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Bupati Karanganyar mengungkapkan telah mensosialisasikan kepada perangkat kecamatan hingga desa dan tokoh masyarakat bahwa Alun-Alun Karanganyar dan area publik di Karanganyar akan ditutup mulai Jumat (31/12/2021) hingga Sabtu (1/12/2022).

Baca Juga : Malam Tahun Baru 2022, Titik 0 Km Jogja Ditutup

“Kemarin kami rapat bersama wali kota, kapolres, dandim, dipimpin Komandan Korem Solo telah sepakat serentak perlakuannya sama. Semua sepakat wilayah Soloraya baik area publik dan alun-alun dikosongkan,” kata Juliyatmono.

Tak cukup ditutup, Juliyatmono juga menyebut bahwa lampu penerangan jalan umum di Alun-Alun Karanganyar dan ruang publik akan dipadamkan agar masyarakat tidak berkerumun di tempat tersebut.

“Memang diupayakan semua dimatikan supaya masyarakat tidak berkerumun, tidak mencoba-coba untuk turun ke jalan,” tutur dia.

Baca Juga : Cegah Konvoi Suporter Persis, Polresta Solo Kerahkan Tim Khusus

Pernyataan Bupati mendapat respons dari salah satu pendengar dialog interaktif RRI. Menurutnya pemadaman lampu jalan dianggap mengganggu masyarakat. Dia juga mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut.

Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, menjawabnya dengan santai. “Ya biar peteng, agar gelap karena tidak mungkin masyarakat akan berkerumun di tempat gelap. Kami matikan sambil efisiensi. Pemerintah, aparat kepolisian jumlahnya terbatas. Kalau tidak sama-sama disadari, masyarakat bergerombol kan bahaya,” jelasnya.

Tak Ada Sanksi

Juliyatmono menegaskan tim gabungan Polisi, TNI, Satpol PP, dan pemerintah akan memantau wilayah yang dianggap rawan kerumunan, seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso. “Apabila masih ada masyarakat melanggar dan bergerombol di jalan akan langsung kami halau dan diminta balik kanan pulang,” tegasnya.

Baca Juga : Larang Konvoi, Polresta Solo Imbau Warga Nonton Final Liga 2 di Rumah

Politikus Partai Golkar itu menyampaikan apa yang dilakukan pemerintah karena mencintai masyarakat agar sehat dan terhindar dari Covid-19. Ia mengajak masyarakat mengisi malam tahun baru dengan berdoa.

“Berdoa sesuai agama yang dianut agar tahun depan pulih, sehat. Percayalah ini upaya membawa kesehatan, keselamtan, dan semua ingin ekonomi membaik. Mari sama-sama menjaga diri dengan baik,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto. Ia mengatakan polisi tidak akan memberikan sanksi kepada warga yang tertangkap tangan datang ke area publik. Polisi akan menggunakan pendekatan persuasif.

Baca Juga : Malam Tahun Baru, Polresta Jogja Siapkan Rekayasa Lalin di Kawasan Ini

“Tapi, kalau masyarakat konvoi, akan kami tindak tegas. Kami bubarkan dan tilang khusus kendaraan yang tidak lengkap surat-surat maupun menggunakan knalpot tidak standar.” Kata Gatot.

Polresta Solo akan mengerahkan mobil public address dan mobil penerangan keliling milik Dishub, Polresta, maupun Kominfo. Sasaran sosialisasi kawasan sekitar alun-alun dan tempat rawan kerumunan.

Gatot juga menuturkan tentang pembatasan pengunjung hotel menjadi 50 persen dari total kapasitas hotel. Polisi, katanya, sudah berkoordinasi dengan pengelola hotel agar melaksanakan ketentuan itu dan tidak menyelenggarakan perayaan pada malam tahun baru.

Baca Juga : Orang Kaya Lebih Pilih Bank Konvensional daripada Syariah, Mengapa?

“Apabila melanggar tentu akan kami koordinasikan dengan pemerintah kota terkait sanksi. Perayaan tahun baru jangan konvoi, jangan bermain petasan maupun mabuk-mabukan. Jangan merugikan diri sendiri dan masyarakat. Rayakan di rumah dengan berdoa.”



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago