SOLOPOS.COM - Pemasangan tanda batas ketinggian di Viaduct Gilingan, Senin (12/1/2015). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Lalu lintas Solo kian macet menyusul akan dilakukannya proyek-proyek di sejumlah ruas jalan.

Solopos.com, SOLO — Proyek pembangunan jembatan Tirtonadi dan underpass Viaduk Gilingan yang dilaksanakan awal 2016 mendatang berpotensi  menimbulkan kemacetan parah di tiga kawasan. Ketiga kawasan ini meliputi sepanjang Jl. Letjen S. Parman, Jl. Ahmad Yani hingga simpang lima Balapan.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Sudrajat ketika dijumpai wartawan, Minggu (22/11/2015), menuturkan mulai menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan yang disebabkan pelaksanaan proyek pembangunan jembatan baru Tirtonadi dan underpass Viaduk Gilingan.

“Dua proyek besar ini akan dilaksanakan bareng. Jadi diprediksikan akan menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan Tirtonadi,” katanya.

Ekspedisi Mudik 2024

Tak hanya dua proyek itu, Herman, sapaan akrabnya mengatakan proyek besar lainnya juga akan dikerjakan di sekitar kawasan Tirtonadi. Yakni proyek pembangunan embung Bendung Karet Tirtonadi.

Ketiga kegiatan fisik itu merupakan proyek pembangunan Pemerintah Pusat di tahun depan. Herman mengatakan berencana menutup akses jalan mulai dari pertigaan Gilingan ke timur hingga perempatan Ngemplak selama proses pembangunan underpass Viaduk Gilingan.

Akses jalan akan dialihkan melintasi perempatan Ngemplak ke utara melalui Jl. Letjen Sutoyo. Sedangkan arus lalu lintas dari barat dialihkan melalui Jl. Letjen Suprapto kemudian dilanjutkan ke Jl. Ki Mangun Sarkoro.

“Berbagai antisipasi rekayasa lalu lintas telah dipersiapkan, tapi tetap saja kepadatan lalu lintas dimungkinkan terjadi,” kata Herman.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan Tirtonadi menjadi dua lajur, Herman akan berkoordinasi dengan pelaksana proyek pembangunan. Herman meminta agar jembatan lama tidak dibongkar dulu sehingga pelaksanaan pembangunan dilakukan bertahap.

Hal ini tidak hanya untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, melainkan agar denyut perekonomian warga di sana tetap berjalan. “Yang dikhawatirkan itu kan tidak hanya macet, tapi ekonomi kota akan hancur kalau jalan ditutup total,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo Endah Sitaresmi Suryandari sebelumnya mengatakan pelaksanaan pembangunan underpass Viduk Gilingan sepenuhnya ditekel Pemerintah Pusat. Proyek akan dikerjakan tahun depan setelah sebelumnya gagal dilaksanakan pada tahun ini.

Sita berharap pembangunan underpass viaduk nanti bisa mengurangi kepadatan di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Monginsidi yang menjadi rute pengalihan kendaraan berat. Selama ini, pengalihan itu dilakukan lantaran viaduk terlalu rendah dan sempit untuk dilewati kendaraan setinggi lebih dari empat meter.

“Jalan Monginsidi sudah tidak memenuhi syarat lagi untuk dilintasi kendaraan berat. Apalagi ruas jalan itu berada di kawasan pendidikan, sehingga rawan terjadi kecelakaan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya