Lahan Terdampak Proyek Underpass Simpang Joglo Solo, Warga: Kami Butuh Waktu

Warga yang lahannya terdampak proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, berharap diberi waktu untuk bersiap pindah sebelum lahan dibebaskan.
SHARE
Lahan Terdampak Proyek Underpass Simpang Joglo Solo, Warga: Kami Butuh Waktu
SOLOPOS.COM - Sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan underpass Simpang Joglo di Pendapa Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (29/9/2022) pagi. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Warga pemilik lahan yang terdampak proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, meminta kepastian jadwal pembebasan lahan dan pelaksanaan pembangunan underpass tersebut.

Sebagai informasi, saat ini proses pembebasan lahan untuk proyek underpass Simpang Joglo memasuki tahap sosialisasi. Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Jateng mengundang warga terdampak untuk diberi sosialisasi di kantor kelurahan setempat.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Pada Kamis (29/9/2022), Satker mengadakan sosialisasi di Pendapa Kelurahan Nusukan, Banjarsari, yang merupakan wilayah jumlah lahan terdampak paling banyak. Sosialisasi dibagi menjadi dua sesi yakni pagi dan siang hari.

Salah satu warga Nusukan, Ary Widhatmo Putro, 47, menjelaskan pengadaan lahan untuk underpass Simpang Joglo, Solo, bagi warga bukan soal uang pengganti dari pemerintah namun persiapan pindah rumah.

Pemerintah harus transparan khususnya menyampaikan linimasa pengadaan lahan. “Tanah ini kami beli, kami bangun, memiliki nilai historis luar biasa, tolong dihargai itu. Jangan hanya dirupiahkan,” jelasnya.

Baca Juga: Terbanyak, 107 Bidang Tanah di Nusukan Kena Proyek Underpass Simpang Joglo Solo

Dia mengatakan telah mendengar pengadaan lahan untuk rel layang Joglo sebelumnya berlangsung cepat. Dia khawatir informasi linimasa pembebasan lahan yang tak sampai ke warga membuat warga kurang persiapan.

Warga Minta Kepastian Timeline Underpass Joglo

“Mereka cepat sekali prosesnya, saya khawatir proses sedemikian cepat enggak masuk ke warga. Tahu-tahu warga tanda tangan, tahu-tahu menerima sekian. Warga butuh kepastian timeline supaya ada persiapan,” jelasnya.

Ary menjelaskan baru mendapatkan informasi seluruh aset bangunan dan rumahnya terdampak proyek underpass Simpang Joglo, Solo, saat sosialisasi hari itu. Keluarga Ary sudah merasa nyaman tinggal di RT 004/RW 002 Kelurahan Nusukan selama 20-an tahun.

Baca Juga: Underpass Joglo Solo Butuh Lahan 28.313 M2, Ini Lokasi yang Terdampak

Namun jika pemerintah menghendaki tanah tersebut ia merelakan karena memiliki fungsi sosial. “Saya enggak akan mengejar butuh sekian namun andaikan diganti ya diganti dengan baik dan diberikan waktu persiapan karena pindah rumah enggak mudah. Harus memulai lingkungan baru kadang mereka lupa hanya menyampaikan nominalnya,” ungkapnya.

Warga lainnya, Yanto Mulyowinarto, 65, mengaku mengetahui timeline pembebasan lahan dan pengerjaan proyek yang disampaikan saat sosialisasi meskipun tidak detail.  Menurutnya, timeline proyek itu bisa maju dan bisa mundur.

“Kemungkinan mundur iya. Namun kami ada gambaran-gambaran itu. Timeline penting supaya orang itu punya planning mau apa mau ke mana. Enggak kaget,” jelasnya.

Baca Juga: Siap-Siap! Ada Pembebasan Lahan Lagi untuk Proyek Simpang Joglo Solo

Pembayaran Lahan Terdampak Underpass Joglo

Sementara itu, Asisten Lahan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Jateng Agus Mulyanto menjelaskan bakal memberikan informasi linimasa pengadaan lahan dan proyek underpass Simpang Joglo melalui laman resmi Pemkot Solo.

Dia mengatakan detail engineering design (DED) rel layang Joglo sudah ada sejak 2018. Sementara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Provinsi Jateng, dan Pemkot Solo baru memulai timeline pembangunan underpass pada 7 Januari 2022.

“Dalam penyusunan dokumen itu timeline kami Januari sampai Agustus 2022,” jelasnya. Dia mengatakan pekan kedua Oktober 2022 harus ada penetapan lokasi. Kemudian dilanjutkan tahap persiapan pengadaan lahan.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Underpass Joglo, Sejumlah Aset Pemkot Solo Ikut Kena

Agus menambahkan warga bisa mengetahui nilai aset yang terdampak pembangunan pada awal Desember 2022. Diperkirakan jadwal pembayaran ganti untung pada tahun depan.

“Rencananya pembayaran awal tahun depan sampai Maret 2023 selesai.  Konstruksi pada 2023 namun belum dipastikan bulannya,” jelasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode