Lagi! Pemkot Semarang Larang ASN Gunakan Kendaraan Pribadi ke Kantor

Pemkot Semarang kembali menerapkan Hari Bebas Kendaraan bagi pegawai di lingkungan kerjanya setiap hari Rabu.
SHARE
Lagi! Pemkot Semarang Larang ASN Gunakan Kendaraan Pribadi ke Kantor
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Balai Kota Semarang. (semarangkota.go.id)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menerapkan program Hari Bebas Kendaraan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungannya. Kebijakan tersebut akan diterapkan setiap hari Rabu (28/9/2022) mulai 2 November 2022 mendatang.

Kebijakan tentang Hari Bebas Kendaraan ini bahkan telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. SE itu berlaku untuk seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan Pemkot Semarang.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dalam SE itu juga disebutkan jika setiap hari Rabu, seluruh pegawai Pemkot Semarang tidak diizinkan ke kantor dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pegawai Pemkot Semarang disarankan menggunakan transportasi umum atau transportasi berbasis online untuk berangkat kerja.

“Kita kan ingin ada perubahan terutama dalam bidang lingkungan, maka dari itu dengan Hari Bebas Kendaraan ini diharapkan bisa memperbaiki kondisi lingkungan, agar gas buang juga berkurang,” kata Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Selasa (27/9/2022).

Hari Bebas Kendaraan bagi ASN atau pegawai Pemkot Semarang ini sebenarnya sudah diterapkan beberapa kali. Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Pribadi ini merupaka upaya Pemkot Semarang dalam mengurangi emisi gas buang yang menyebabkan polusi udara di Ibu Kota Jateng itu.

Baca juga: Lo! ASN Pemkot Semarang Dilarang Pakai Kendaraan Pribadi ke Kantor

Dalam peraturan tersebut, bagi ASN maupun Non ASN yang melanggar atau ketahuan menggunakan kendaraan pribadi pada Hari bebas Kendaraan maka akan dikenakan sanksi. “Selain itu, diharapkan perilaku menggunakan kendaran umum juga ditiru oleh masyarakat lain di luar pegawai Pemkot Semarang pada setiap hari Rabu,” sambung Iswar.

Wali Kota Semarang mengatakan program Hari Bebas Kendaraan ini dilanjutkan setelah melakukan sejumlah evaluasi dan kajian, termasuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Keputusan itu pun akhirnya resmi dituangkan dalam SE Wali Kota Semarang nomor B/3734/061.2/IX/2022, tertanggal 26 September 2022.

“Program ini diharapkan untuk dapat terus mendorong tren positif upaya pengurangan emisi gas buang di Kota Semarang. Kami juga menargetkan kebijakan ini bisa membantu peningkatan ekonomi pelaku usaha transportasi, baik konvesional maupun digital,” jelas Wali Kota Semarang yang karib disapa Hendi itu.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode