top ear
Sejumlah pekerja seks komersial atau PSK ditangkap jajaran Polresta Solo dalam operasi pekat, Selasa (2/3/2021). (Istimewa/Polresta Solo)
  • SOLOPOS.COM
    Sejumlah pekerja seks komersial atau PSK ditangkap jajaran Polresta Solo dalam operasi pekat, Selasa (2/3/2021). (Istimewa/Polresta Solo)

Lagi, 10 PSK Dikukut Aparat Polresta Solo di Tiga Lokasi

Sebanyak 10 orang PSK dikukut anggota Polresta Solo dalam operasi lanjutan pemberantasan penyakit masyarakat pada Selasa (2/3/2021).
Diterbitkan Rabu, 3/03/2021 - 19:23 WIB
oleh Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 10 orang pekerja seks komersial atau PSK dikukut jajaran Polresta Solo dari tiga lokasi berbeda di Kecamatan Laweyan, Selasa (2/3/2021) malam.

Ini merupakan operasi lanjutan yang dilakukan Polresta Solo setelah sebelumnya menggelar razia di wilayah Kestalan dan Banjarsari. Pada operasi pekat akhir pekan lalu itu, aparat mengamankan 36 PSK.

Seluruh PSK yang ditangkap dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Solo untuk mengikuti berbagai pelatihan selama enam bulan. Setelah mendapat pelatikan diharapkan para PSK itu tidak kembali terjun ke dunia prostitusi.

Baca Juga: Solo Zona Kuning Risiko Covid-19, Wali Kota Optimistis Pasokan Vaksin Lancar

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (3/3/2021) malam, mengatakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan melalui Operasi Bebas Pekat menjadi program unggulan mewujudukan Solo Bebas Pekat.

Menurutnya, operasi digelar pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Seusai dikukut, 10 PSK Solo itu didata. Dari pendataan diketahui sembilan orang merupakan pendatang dari kota di Jawa Tengah dan satu orang merupakan warga Solo.

Baca Juga: Pabrik Garmen Baru Dibangun Di Sragen, Butuh 1.000 Tenaga Kerja

Kepolisian juga memproses berkas perkara tindak pidana ringan (tipiring) atas kegiatan mereka. “Kami konsisten dan satu frekuensi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewujudkan Solo aman, damai, dan sehat,” papar Kapolresta.

Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Polresta Solo bersama Pemkot Solo menggelar operasi gabungan di wilayah Kestalan dan Gilingan. Dalam operasi yang dihadiri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, itu, personel gabungan menangkap 36 PSK.

Baca Juga: Baru Sehari Terkonfirmasi, Anggota DPRD Solo Ini Sudah Sembuh dari Covid-19, Kok Bisa?

Wali Kota Solo Gibran menyampaikan dalam razia pekat wilayah di Gilingan dan Kestalan seluruh PSK yang ditangkap akan dibina oleh Dinas Sosial.

Ia mengakui selama blusukan, ia banyak memperoleh keluhan masyakat tentang aktivitas yang meresahkan. Sebanyak 36 orang PSK itu mayoritas warga luar Kota Solo.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya